Ini 12 Titik di Jalur Demak-Jepara Diperbaiki, Waspadai Kepadatan Lalu Lintas

ABOUTSEMARANG – Sejumlah titik di ruas jalan nasional Demak-Jepara mulai dari Sayung-Demak-Trengguli-Mijen yang mengalami kerusakan akibat terdampak rob, dan cuaca ekstrem akan dilakukan perbaikan.

Pelaksanaan perbaikan jalan berupa pengecoran atau rigid tersebut berlangsung selama empat bulan yaitu dimulai Senin (23/8) hingga 31 Desember tahun ini.

Kasat lantas Polres Demak AKP Fandy Setiawan, menjelaskan jika selama pengerjaan proyek diperkirakan akan terjadi ketersendatan arus lalu lintas.

“Kami mengimbau masyarakat pengguna jalan yang melintas di lokasi perbaikan jalan untuk bersabar dan berhati-hati. Jangan saling menyerobot agar arus lalin bisa lancar meski bergerak merambat,” ujar AKP Fandy kepada wartawan, Selasa (24/8).

Berikut 12 titik lokasi yang akan dilakukan pengecoran:

BACA JUGA: Penyebab Perbaikan Jalan Rusak di Jalur Pantura Molor, Ganjar Temukan Fakta Ini

1. Km 9 tepatnya di depan Puskesmas Sayung,
2. Km 11-12 Desa Sidogemah sampai Desa Loireng,
3. Km 13+300-13+700 depan SPBU Saniharto,
4. Km 17-19 depan PT.NBI sampai SMPN 1 Grogol,
5. Km 20+400-21+130 Halte Buyaran-Jembatan Kalikondang,
6. Km 22 SPBU Katonsari,
7. Km 23 Depan Bulog
8. Km 26 Lingkar Soekarno-Hatta
8. Km 29-30 Pasar Jebor.
9. Km 34 Trengguli-Mijen
10. Km 37 Trengguli-Mijen
11. Km 40 Trengguli-Mijen.

Sejumlah Petugas dari Satuan Lalu Lintas Polres Demak pun akan ditempatkan guna mengatur kepadatan kendaraan yang akan terjadi.

“Satlantas Polres Demak akan menempatkan petugas di titik lokasi pengecoran jalan untuk mengatur arus lalu lintas,” katanya.

Dari pantauan di lokasi, proses perbaikan jalan sudah dimulai yang diawali dengan pengerjakan landasan atau dasar menggunakan aspal.

Rencananya pengecoran baru akan dimulai pada Kamis (26/8) setelah pembuatan landasan selesai.

Sebagaimana disampaikan PPK Ruas Jalan Semarang-Demak-Trengguli Jepara, pengecoran jalan dimaksudkan untuk memperbaiki ruas jalan yang mengalami kerusakan akibat terkena rob, banjir dan terdampak cuaca ekstrem yang terjadi pada Februari-Maret lalu.

Perbaikan dilakukan di beberapa lokasi dengan total panjang 6,5 kilometer. Proses pengecoran per spot menyesuaikan titik lokasi yang mengalami kerusakan.

Konstruksi jalan memakai beton bertulang dan melalui uji laborat untuk mengetahui kualitas kekuatannya.***

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan