Ini Aturan Barang Bawaan Saat Naik Kereta Api Ekonomi Hingga Eksekutif, Catat Ada 7 Ya

ABOUTSEMARANG – Moda transportasi umum Kereta api masih menjadi pilihan masyarakat untuk berpergian, termasuk traveling.

Selain memberikan pengalaman dan keseruan berbeda, harga tiket kereta api juga lebih terjangkau.

Selain itu, fasilitas kereta api kini juga telah ditingkatkan sehingga jauh lebih nyaman dibandingkan dulu.

Kereta api juga memberikan berbagai keunggulan tersendiri, yakni relatif cepat dan bebas macet.

Meski demikian, penting bagi para pelanggan kereta api untuk memperhatikan barang yang akan dibawa.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) telah memberlakukan aturan tentang volume barang bawaan yang boleh dibawa masuk ke dalam kereta api.

Lalu, apa saja aturan barang bawaan pelanggan kereta api yang ditentukan? Berikut ketentuannya sebagai berikut.

1. Setiap pelanggan diperbolehkan membawa bagasi ke dalam kereta api dengan berat maksimum bagi tiap penumpang 20 kg, volume maksimum 100 dm3, dan ukuran dimensi maksimal 70 cm x 48 cm x 30cm.

Adapun barang bawaan sebanyak-banyaknya terdiri dari 4 koli (item bagasi) tanpa biaya tambahan.

2. Jika membawa barang yang melebihi berat dan ukuran sesuai ketentuan, barang tersebut diperbolehkan dibawa ke dalam kereta dengan dikenakan biaya kelebihan bagasi.

Adapun tarif atas kelebihan berat bagasi sebagai berikut.

– Kereta api kelas eksekutif Rp 10.000/kg

– Kereta api kelas bisnis Rp 6.000/kg

– Kereta api kelas ekonomi Rp 2.000/kg

3. Barang bawaan yang memiliki berat lebih dari 40 kg atau 200 dm3 (70 cm x 48 cm x 60 cm), tidak diperbolehkan dibawa ke dalam kabin kereta.

BACA JUGA :   Detik-detik KA Wisata Ambarawa-Tuntang Sundul Pengendara Motor dan Mobil ELF Dalam Sehari

Pelanggan disarankan menggunakan jasa pengiriman barang salah satunya anak usaha KAI, yaitu KAI Logistik.

4. Bagi pelanggan yang ingin membawa sepeda, diharuskan memperhatikan aturan terkait jenis sepeda yang boleh dibawa ke dalam kereta api.

Jenis sepeda yang diperbolehkan naik adalah hanya sepeda lipat dengan ketentuan berat maksimal 20 kg dan ukuran roda maksimal 22 inch. Sepeda yang dilipat juga harus masuk dalam dimensi maksimal 100 cm x 40 cm x 30 cm.

5. KAI tidak bertanggung jawab terhadap kerusakan atau kehilangan barang pelanggan.

Setiap pelanggan wajib menjaga barang bawaannya. Tapi jika pelanggan kehilangan barang atau tertinggal di kereta api, bisa meminta bantuan kepada Polsuska yang bertugas.

6. Tidak semua barang bisa dibawa sebagai bagasi saat naik kereta api.

Adapun barang-barang yang tidak diperbolehkan dibawa sebagai bagasi seperti binatang, narkotika psikotropika/zat adiktif lainnya, senjata api dan tajam, papan selancar, barang yang mudah terbakar/meledak, dan barang yang berbau busuk/amis karena sifatnya dapat mengganggu kenyamanan pelanggan lainnya.

Kemudian, barang-barang yang menurut pertimbangan petugas keadaan dan besarnya tidak pantas diangkut sebagai bagasi serta barang yang dilarang oleh peraturan perundang-undangan.

7. Apabila pelanggan kedapatan membawa barang dengan berat atau ukurannya melebihi ketentuan dan belum memiliki surat bagasi maka akan dikenakan denda sebesar Rp 50.000/5kg untuk kereta api kelas eksekutif, Rp 30.000/5kg untuk kereta api kelas bisnis/ekonomi komersial, dan Rp 15.000/5kg untuk kelas ekonomi non komersial.

Perhitungan berat bagasi dibulatkan ke atas pada kelipatan 5 kg.

“Bawa barang secukupnya dan usahakan satu tempat, misalnya koper atau ransel. Barang ditempatkan pada rak di atas tempat duduk dengan benar atau ditempatkan di area lainnya sehingga tidak mengganggu atau membahayakan sesama pelanggan serta tidak akan menimbulkan kerusakan pada kereta. Sejumlah aturan terkait barang bawaan tersebut diterapkan untuk menciptakan keamanan dan kenyamanan penumpang selama perjalanan kereta api berlangsung,” ujar VP Public Relations KAI Joni Martinus dalam keterangan tertulis, Kamis (13/10).

BACA JUGA :   Ratusan Pemudik Program Mudik Gratis BUMN Telah Tiba di Semarang dengan Kereta Api

(ard)

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan