Ini Curahan Hati Saipul Jamil Usai Bebas dari LP Kelas 1 Cipinang

ABOUTSEMARANG – Selebritas Saipul Jamil menghirup udara bebas dari LP Kelas 1 Cipinang Jakarta Timur.

Saipul Jamil bebas setelah menjalani masa hukuman delapan tahun penjara karena kasus pencabulan.

Saat keluar dari Lapas Cipinang, Saipul Jamil disambut perwakilan keluarga, kerabat dan tim kuasa hukumnya yang telah menanti sejak pagi.

“Perasaannya bahagia banget terus terang nyawa belum ngumpul kayak orang baru bangun tidur, ngelindur gitu,” kata Saipul Jamil saat keluar dari Lapas Kelas I Cipinang Jakarta dikutip Antara, Kamis (2/9).

Saipul Jamil mengatakan, hukuman penjara yang dijalaninya itu membuatnya sedikit trauma. Meski demikian dia menganggapnya sebagai pelajaran berharga dalam perjalanan hidupnya.

“Pasti trauma, yang jelas ini pengalaman hidup dan pelajaran hidup. Siapa sih yang mau masuk penjara? ,” katanya.

BACA JUGA: Mantan Mensos Juliari Batubara Divonis 12 Tahun Penjara dan Mengganti Uang Rp 14,59 M, Ini Hal yang Memberatkan

“Saya juga kalau bisa hidup enggak melalui seperti ini. Tapi ini sudah takdir, banyak ilmu yang saya dapat,” ujar Saipul.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas 1 Cipinang, Tonny Nainggolan mengungkapkan, Saipul Jamil selama di penjara mendapatkan remisi atau pengurangan masa tahanan sebanyak 30 bulan.

Selama di penjara, Saipul Jamil juga dikenal dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan dan warga binaan Lapas Kelas 1 Cipinang lainnya.

“Yang bersangkutan kami kenal ‘low profile’ bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan dan warga binaan lain. Beliau juga aktif dalam pembinaan musik di Lapas Kelas 1 Cipinang dan kegiatan ibadah dari agama yang dianut,” ujar Tonny.

Saipul Jamil dihukum penjara atas dua kasus berbeda yang menjeratnya, yaitu kasus pencabulan dengan hukuman tiga tahun penjara pada 2016.

Saipul sempat mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta, namun hukumnya diperberat menjadi lima tahun penjara.

Di tengah kasus itu, Saipul Jamil terbukti menyuap panitera Pengadilan Negeri Jakarta Utara sebesar Rp250 juta sehingga hukumannya ditambah tiga tahun penjara.***

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan