Ini Daftar Besaran UMK 2023 Se-Provinsi Jateng di 35 Kabupaten/Kota

ABOUTSEMARANG – Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) 2023 sudah resmi ditetapkan besarannya oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Berapa kira-kira besaran UMK 2023 di tiap daerah se-Provinsi Jateng ya? Simak daftarnya berikut ini.

Seperti diketahui penetapan UMK 2023 sendiri diumumkan langsung oleh Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo.

Adapun penetapan UMK di 35 Kabupaten/Kota se-Provinsi Jateng tersebut sudah tertuang dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 18 Tahun 2022 Tentang Penetapan Upah Minimum Tahun 2023.

“Penetapan UMK memperhatikan inflasi provinsi, pertumbuhan ekonomi kabupaten/kota, serta nilai alfa,” kata Ganjar saat mengumumkan penetapan UMK 2023 di Kabupaten Pati, Rabu, 7 Desember 2022.

Nilai alfa merupakan wujud indeks tertentu yang menggambarkan kontribusi tenaga kerja terhadap pertumbuhan ekonomi dengan nilai tertentu dalam rentang tertentu yaitu 0,10 sampai dengan 0,30.

Menurut dia, penentuan nilai alfa harus mempertimbangkan produktivitas dan perluasan kesempatan kerja.

“Data yang digunakan dalam penghitungan penyesuaian nilai upah minimum menggunakan data yang bersumber dari lembaga yang berwenang di bidang statistik, yaitu Badan Pusat Statistik,” ujarnya.

Seperti diketahui, untuk wilayah dengan UMK terendah sebesar Rp 1.958.169,69, yaitu Kabupaten Banjarnegara, sedangkan UMK Kota Semarang menjadi yang tertinggi se-Jateng dengan nominal Rp 3.060.350,57.

Kabupaten Banjarnegara menggunakan upah minimum provinsi karena hasil perhitungan UMK di bawah Upah Minimum Provinsi Tahun 2023.

“Persentase kenaikan terendah sebesar 6,4 persen di Kabupaten Kudus karena pertumbuhan ekonomi pada angka negatif sehingga sesuai ketentuan kenaikan sebesar inflasi. Untuk persentase kenaikan tertinggi 7,95 persen di Kota Semarang,” kata Ganjar.

BACA JUGA :   Ini Sebabnya Ganjar Bisa Pastikan Jateng Aman Selama Libur Natal Kemarin

Dia menyebut terjadi berbagai dinamika dalam proses penetapan UMK 2023, di antaranya perbedaan usulan dari kabupaten/kota di Jawa Tengah, namun diskusi terus dilakukan selama proses sebelum penetapan.

“Kalau kami pakai PP itu jauh lebih sedikit ya. Jadi, ini kami agak lebih tinggi, kalau enggak salah, dari UMP itu Jawa Tengah tertinggi lho persentase kenaikannya,” ujarnya.

Berikut daftar UMK 35 kabupaten/kota di Provinsi Jateng pada 2023:

  • Kabupaten Cilacap Rp 2.383.090
  • Kabupaten Banyumas Rp 2.118.123
  • Kabupaten Purbalingga Rp 2.130.980
  • Kabupaten Kebumen Rp 2.035.890
  • Kabupaten Purworejo Rp 2.043.902
  • Kabupaten Wonosobo Rp 2.076.208, Kabupaten Magelang Rp 2.236.776
  • Kabupaten Boyolali Rp 2.155.712
  • Kabupaten Klaten Rp 2.152.322
  • Kabupaten Sukoharjo Rp 2.138.247
  • Kabupaten Wonogiri Rp 1.968.448
  • Kabupaten Karanganyar Rp 2.207.483
  • Kabupaten Sragen Rp 1.969.569
  • Kabupaten Grobogan Rp 2.029.569.
  • Kabupaten Blora Rp 2.040.080
  • Kabupaten Rembang Rp 2.015.927
  • Kabupaten Pati Rp 2.107.697
  • Kabupaten Kudus Rp 2.439.813
  • Kabupaten Jepara Rp 2.272.626
  • Kabupaten Demak Rp 2.680.421
  • Kabupaten Semarang Rp 2.480.988
  • Kabupaten Temanggung Rp 2.027.569
  • Kabupaten Kendal Rp 2.508.299
  • Kabupaten Batang Rp 2.282.025
  • Kabupaten Pekalongan Rp 2.247.345
  • Kabupaten Pemalang Rp 2.081.783
  • Kabupaten Tegal Rp 2.106.237
  • Kabupaten Brebes Rp 2.018.836
  • Kota Magelang Rp 2.066.006
  • Kota Surakarta Rp 2.174.169
  • Kota Salatiga Rp 2.284.179
  • Kota Semarang Rp 3.060.348
  • Kota Pekalongan Rp 2.305.822
  • Kota Tegal Rp 2.145.012
  • Kabupaten Banjarnegara Rp 1.958.169

Itu tadi informasi mengenai daftar besaran UMK 2023 se-Provinsi Jateng. Semoga bermanfaat.***

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan