Ini Niat dan Tata Cara Shalat Gerhana, Dianjurkan untuk Berjamaah

ABOUTSEMARANG – Umat muslim dianjurkan untuk melakukan shalat sunah khusuf saat gerhana bulan total terjadi pada Selasa (8/11).

Artikel ini berisi niat dan tata cara shalat gerhana.

Direktur Jenderal Bimas Islam Kamaruddin Amin mengimbau umat Islam untuk melaksanakan salat gerhana atau salat khusuf.

“Pelaksanaan shalat gerhana disesuaikan dengan situasi dan kondisi daerahnya masing-masing,” katanya, dikutip dari laman resmi Kementerian Agama.

Selain itu, ia juga mengimbau umat Muslim untuk memperbanyak zikir, istigfar, sedekah, dan melakukan amalan saleh lainnya.

Salat gerhana sendiri memiliki ketetapan hukum sunnah muakkad. Artinya, akan lebih baik jika salat dilakukan secara berjamaah.

Bacaan Niat Shalat Gerhana Bulan
Sebagaimana salat lainnya, salat gerhana bulan juga diawali dengan bacaan niat.

Berikut bacaan niat shalat gerhana bulan:

أُصَلِّي سُنَّةَ الخُسُوفِ رَكْعَتَيْنِ إِمَامًا/مَأمُومًا لله تَعَالَى

Ushallî sunnatal khusûf rak’ataini imâman/makmûman lillâhi ta’âlâ.

Artinya:
“Saya salat sunah gerhana bulan dua rakaat sebagai imam/makmum karena Allah SWT.”

Tata Cara Shalat Gerhana

Adapun secara teknis, berikut tata cara shalat sunnah gerhana bulan sebagaimana dianjurkan oleh Kemenag RI:

1. Berniat di dalam hati.

2. Takbiratul ihram, yaitu bertakbir sebagaimana salat biasa.

3. Membaca doa iftitah dan berta’awudz, kemudian membaca surah Al-Fatihah dilanjutkan membaca surah yang panjang (seperti surat Al Baqarah) sambil dijaharkan (dikeraskan suaranya, bukan lirih). Hal ini sebagaimana terdapat dalam hadis Aisyah:

“Nabi SAW menjaharkan (mengeraskan) bacaannya ketika salat gerhana.”(HR. Bukhari-Muslim)

4. Kemudian rukuk sambil memanjangkannya.

BACA JUGA :   Resmi Jalin Kerja Sama dengan Acer, Kemenag Aceh Akan Buat Platform Jelajah Ilmu

5. Kemudian bangkit dari rukuk (itidal) sambil mengucapkan “Sami’allahu Liman Hamidah, Rabbana Wa Lakal Hamd”

6. Setelah itidal tidak langsung sujud, namun dilanjutkan dengan membaca surah Al-Fatihah dan surat yang panjang. Berdiri yang kedua ini lebih singkat dari yang pertama.

7. Kemudian rukuk kembali, yang panjangnya lebih pendek dari rukuk sebelumnya.

8. Bangkit dari rukuk (itidal).

9. Kemudian sujud yang panjangnya sebagaimana rukuk, lalu duduk di antara dua sujud kemudian sujud kembali.

10. Kemudian bangkit dari sujud lalu mengerjakan rakaat kedua sebagaimana rakaat pertama. Hanya saja, bacaan dan gerakan-gerakannya lebih singkat dari sebelumnya.

11. Ucapkan salam.

Setelah itu, imam akan menyampaikan khutbah kepada para jamaah yang berisi anjuran untuk berzikir, berdoa, beristighfar, dan bersedekah.

Itulah niat dan tata cara shalat gerhana.

(ard)

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan