Israel Temukan Kasus Florona Infeksi Ganda Flu dan Corona, Perhatikan Gejalanya

ABOUTSEMARANG – Di tengah kekhawatiran Covid-19 gelombang ketiga varian Omicron di seluruh dunia, Israel justru melaporkan kasus pertama Florona yang merupakan penyakit campuran virus corona Covid-19 dan infeksi flu.

Florona pertama kali ditemukan, pada seorang wanita yang baru saja melahirkan di rumah sakit di kota Petah Tikva, Israel.

Berdasarkan laporan awal dilansir dari Times of India, wanita muda yang terinfeksi florona itu belum suntik vaksin Covid-19. Tetapi, gejalamnya relatif ringan dan bisa segera pulang.

Berbeda dengan virus corona Covid-19 varian Alpha, Beta, Delta, Omicron dan lainnya, florona bukanlah varian mutan dari virus Covid-19 melainkan kasus infeksi saluran pernapasan ganda yang disebabkan oleh virus Covid-19 dan patogen influenza.

Baca Juga : 39 Kasus Omicron Telah Terdeteksi di 6 Negara ASEAN

Ketika virus infeksi itu hadir secara bersamaan di dalam tubuh, kondisi ini disebut sebagai florona.

Karena flu dan virus corona merupakan penyakit pada sistem pernapasan bagian atas, penyakit kombinasi ini bisa menular melalui partikel aerosol yang terkontaminasi virus dan dikeluarkan oleh orang yang terinfeksi ketika batuk, berbicara atau bersin.

Saat ada orang yang sehat menghirup udara atau menyentuh permukaan yang terkontaminasi virus, patogen bisa memasuki sistem pernapasan dan mulai berkembang biak.

Proses ini membutuhkan waktu 2 sampai 10 hari untuk munculnya gejala setelah terinfeksi virus. Anda juga perlu mengingat bahwa risiko penyebaran virus ke orang lain juga lebih besar selama awal-awal infeksi.

Baik influenza dan Covid-19 menyebabkan infeksi pada sistem pernapasan yang menyebabkan gejala yang kurang lebih sama. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) seseorang dapat menderita kedua infeksi pada saat yang sama dan berbagi gejala yang sama seperti sakit tenggorokan, batuk, pilek, demam, sakit kepala dan kelelahan.

Tingkat keparahan kondisi berbeda pada setiap orang. Beberapa mungkin memiliki gejala ringan, sementara yang lain mungkin mengalami tanda-tanda parah. Namun kedua kondisi tersebut bisa berakibat fatal jika tidak ditangani tepat waktu.

Pada kasus Covid-19, penderitanya mungkin mengalami kehilangan rasa dan penciuman, yang tidak berhubungan dengan flu. Bahkan komplikasi pasca-infeksi yang terlihat dalam kasus Covid-19 hilang ketika terinfeksi oleh virus influenza.

Kekhawatiran tentang Florona sebenarnya sudah ada sejak tahun lalu. Ketika suhu udara menurun, risiko influenza dan flu meningkat. Tapi saat itu tidak ada kasus infeksi ganda dilaporkan, bisa jadi karena aturan pandemi yang ketat dan lockdown yang diberlakukan di berbagai negara.

Lalu, apakah Florona mengkhawatirkan?

Covid-19 sendiri tidak mudah bagi tubuh. Pada orang-orang tertentu, infeksi ini mempengaruhi banyak organ bahkan dapat menyebabkan kerusakan serius dan jangka panjang. Jika seseorang mengalami kedua infeksi, tubuh akan terbebani untuk melawan dua virus yang berbeda. Selain itu, mendeteksi kedua kondisi tersebut juga rumit karena gejala yang tumpang tindih sehingga proses pengobatan bisa tertunda.

Namun, saat ini belum diketahui tentang komplikasi jangka panjang dan tingkat keparahan Florona. Jadi, untuk mencegah penyakit ini, sebaiknya tetap mengikuti protokol kesehatan terkait virus corona dan mendapatkan vaksin Covid-19 dan flu sedini mungkin. ***

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan