Jangan Asal Copot Plat Nomor Kendaraan! Bisa Kena Pidana dan Denda Rp 500 Ribu

ABOUTSEMARANG – Pengguna jalan yang melepas plat nomor bisa dipidana kurungan selama dua bulan atau denda Rp 500.000.

Seperti diketahui, pasca diberlakukannya sistem tilang elektronik atau ETLE, banyak pengendara yang nekat melepas Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) atau plat nomor demi menghindari tilang elektronik.

Hal tersebut disampaikan Kakorlantas Polri Irjen Firman Shantyabudi yang mengatakan, sejak diberlakukannya ETLE, beberapa masyarakat sengaja mencopot plat kendaraannya. Bahkan ada juga yang nekat menggantinya dengan plat palsu untuk bisa terhindar dari tilang elektronik.

Friman juga mengingatkan kepada para pengendara agar tidak melepas plat nomor kendaraan. Pasalnya, apabila pengendara berkendara dan plat nomor kendaraannya dicopot maka, pihak kepolisian akan memberhentikan.

“Saya juga mengajak kepada teman-teman saya yang lain, jadi kalau nanti teman-teman, moga-moga enggak ada ya di sini yang tidak pakai pelat nomor belakangnya. Mohon maaf kalau nanti disetop,” kata Firman, Selasa, 3 Januari 2023.

“Jangan-jangan pelaku begal, salah enggak polisi? Yang penting kita enggak nuduh. Ya pasang saja itu, kita ajak untuk tertib,” imbuhnya.

Sementara itu, pemerhati masalah transportasi dan hukum, Budiyanto menanggapi fenomena ini sebagai suatu perhatian yang serius dan harus ditindak dengan tegas.

“Pencopotan pelat nomor dengan alasan untuk menghindari jepretan kamera ETLE dari perspektif hukum jelas tidak bisa diterima dan saya anggap sebagai pelanggaran serius,” ujar Budiyanto dalam keterangan tertulis, Rabu, 4 Januari 2023.

Meski tidak memasang plat nomor kendaraan bukan pelanggaran serius, namun menurut Budiyanto hal tersebut juga dapat menimbulkan perbuatan melawan hukum lainnya.

BACA JUGA :   PPKM Level 1 Jateng-DIY Diperpanjang Hingga 21 November 2022, Berikut Aturan Terbarunya

“Misalnya pembegalan dan perbuatan melawan hukum lainnya. Ada efek domino dari pelanggaran lalu lintas yang kemungkinan membuka ruang untuk melakukan kejahatan,” ucap Budiyanto.

Adapun pelanggaran lalu lintas dengan mencopot plat nomor kendaraan sendiri termuat dalam Pasal 280 Undang-Undang No 22 Tahun 2009.

Dalam pasal tersebut menjelaskan bahwa pelaku yang melanggar dapat dipidana dengan ancaman pidana kurungan selama dua bulan atau denda paling banyak Rp 500 ribu.

Sementara itu, mengacu pada Pasal 36 pada Peraturan Pemerintah No 80 Tahun 2012 tentang pemeriksaan kendaraan bermotor di jalan dan penindakan terhadap pelanggaran lalu lintas.

Kendaraan bermotor dapat dilakukan penyitaan oleh petugas sampai ada penetapan putusan terhadap pelanggaran yang memperoleh kekuatan hukum tetap.

“Setelah ada putusan dari pengadilan yang memperoleh kekuatan hukum tetap dan pelanggar sampai dengan memenuhi kewajiban hukum membayar denda tilang dikuatkan bukti pembayaran,” kata Budiyanto.

“Sesuai dengan hukum acara, barang bukti dapat dikembalikan ke pemiliknya dengan syarat TNKB harus dipasang dulu. Proses ini merupakan bentuk edukasi dan sekaligus proses penegakan hukum untuk menanamkan dan membangun disiplin berlalu lintas,” ujar dia.***

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan