Jelang Idul Adha, Dispertan Kota Semarang Waspadai Penyakit Lato-Lato Pada Hewan Kurban

ABOUTSEMARANG – Dinas Pertanian (Dispertan) Kota Semarang mewaspadai penyakit lato-lato pada hewan kurban menjelang Hari Raya Idul Adha 1444 Hijriah.

Paramedik Veteriner Dispertan Kota Semarang, Yuniargo Heru Prabowo menyampaikan, penyakit lato-lato secara ilmiah disebut sebagai lumpy skin disease (LSD) memiliki ciri-ciri benjolan pada kulit mirip dengan lato-lato.

“Hewan ternak terpapar penyakit lato-lato ini tidak sah sebagai syarat hewan kurban. Dalam kondisi parah maka daging hewan tersebut akan rusak sehingga tidak layak untuk dikonsumsi,” kata Heru, saat meninjau lapak penjualan hewan qurban di Jalan Jolotundo, Senin (26/6).

Heru mengatakan, dari hasil pemantauan telah dilakukan Dispertan dengan instansi terkait, tidak ditemukan hewan terpapar penyakit lato-lato.

“Alhamdulillah, dari hasil pantauan kami hewannya aktif, berarti sehat. Tadi, juga ada SKKH (surat keterangan kesehatan hewan). Kemudian, kami cek sapi maupun kambing sudah poel (sudah tanggal gigi susu, syarat sah kurban),” jelasnya.

Heru mengatakan, tahun ini jumlah hewan ternak yang terpapar PMK tidak sebanyak tahun lalu. “PMK masih ada tapi tidak sebanyak tahun lalu. Tapi tetap harus waspada,” tandasnya. (***)

Sharing:

BACA JUGA :   Kasus Kebakaran di Semarang Selama Agustus 2023 Tercatat Capai 72 Kasus

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan