KAI Bantah Tarif Kereta Api Komersil Naik Dalam Waktu Dekat, Tapi Ini yang Terjadi

ABOUTSEMARANG – Tarif Kereta Api (KA) komersil yang dikabarkan akan naik kisaran 6-15 persen dibantah PT KAI (persero).

Humas PT KAI menegaskan tidak ada kenaikan tarif kereta api jarak jauh dalam waktu dekat.

“Tidak ada kenaikan tarif kereta api. Tarif KA Komersial sifatnya fluktuatif menyesuaikan dengan demand dari pelanggan,” ungkap Joni Martinus, Kepala Humas KAI, Rabu (26/10).

Joni memastikan tarif KA selalu berada dalam tarif batas bawah (TBB) hingga tarif batas atas (TBA) yang telah ditetapkan.

Adapun untuk KA yang sifatnya Public Service Obligation (PSO), tarifnya selalu tetap sesuai dengan tarif yang telah ditentukan oleh pemerintah.

Untuk memberikan alternatif, KAI juga menjual tiket ke berbagai tujuan dalam berbagai kelas dan subkelas.

Hal ini dilakukan agar pelanggan dapat memilih tarif yang diinginkan sesuai dengan kebutuhannya.

“KAI juga menyediakan tarif khusus di mana pelanggan dapat membeli tiket dengan tarif lebih murah khusus untuk rute dan KA-KA tertentu,” imbuh dia.

Joni menyebut tiket KA dapat dibeli melalui aplikasi KAI Access atau loket stasiun maksimal dua jam sebelum keberangkatan.

Ia menambahkan dalam rangka untuk memberikan kemudahan bagi pelanggan, KAI juga rutin menyediakan event promo diskon tiket serta menyediakan tarif reduksi bagi lansia, infant, wartawan, dan berbagai instansi lainnya.

Sebelumnya, akun Twitter @sahabat_kereta memposting jika tarif KA komersil akan naik kisaran 6-15 persen.

“Siap-siap tarif kereta api komersil dalam waktu dekat akan mengalami kenaikan harga,” tulis akun tersebut.

BACA JUGA :   Heboh Keluhan Harga Tiket Kereta Api Mahal Saat Libur Nataru, Begini Penjelasan PT KAI

Sahabat Kereta juga berharap kenaikan harga tiket bisa diimbangi dengan peningkatan kualitas pelayanan.

(ard)

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan