KAI Kukuhkan Komitmen Keselamatan dan Kesehatan Kerja melalui 5 Program Unggulan

ABOUTSEMARANG – Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) adalah aspek yang harus diimplementasikan dalam operasional perusahaan, terutama yang bergerak di bidang transportasi.

Prinsip kehati-hatian dan penekanan pada pentingnya keselamatan dan kesehatan pegawai menjadi pedoman dalam setiap kegiatan operasional perusahaan.

K3 memberikan perlindungan kepada pegawai dengan mencegah terjadinya kecelakaan dan penyakit yang terkait dengan pekerjaan.

Implementasi K3 juga memberikan perlindungan pada sumber-sumber produksi, yang pada akhirnya dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas perusahaan.

Oleh karena itu, KAI secara konsisten menerapkan prinsip K3 sebagai salah satu kunci keberhasilan operasionalnya.

Dalam rangka memperingati Bulan K3 Nasional dengan tema “Budayakan K3, Sehat dan Selamat Dalam Bekerja”, KAI menekankan pentingnya keselamatan manusia sebagai fokus utama keselamatan.

Tema tersebut mencerminkan komitmen KAI terhadap keselamatan dalam operasionalnya.

Dalam menyambut peringatan Bulan K3 Nasional, sarana KAI melakukan berbagai kegiatan sebagai bentuk partisipasinya.

Ini melibatkan pemasangan banner/spanduk keselamatan, pengumuman pegawai yang berperan penting dalam pencegahan keselamatan operasional kereta api, dan program reward tahunan untuk penerapan 5R (Ringkas, Rapih, Resik, Rawat, Rajin).

Program-program khusus terkait keselamatan di lingkungan sarana KAI mencakup audit keselamatan, tinjauan manajemen, pengadaan alat pelindung diri (APD), joint inspection, pembuatan prosedur operasional standar (SOP), penggunaan aplikasi pelaporan Safety Railways Information (SRI), dan lainnya.

VP Public Relations Joni Martinus menyatakan bahwa program-program ini berjalan secara berkelanjutan dengan penyesuaian dan evaluasi sesuai perkembangan.

Dampaknya positif, terutama dalam meningkatkan keselamatan operasional unit kerja yang memiliki risiko langsung, seperti depo dan balai yasa.

BACA JUGA :   Evakuasi Jalur Rel di Stasiun Tanggulangin Selesai, Aman untuk Dilewati Kereta Api

“Karena pegawai unit sarana merupakan aset berharga perusahaan dalam merawat sarana untuk kebutuhan operasional kereta api, maka kami berkomitmen untuk terus menjaga dan mengendalikan risiko kerja semaksimal mungkin dengan berkolaborasi dengan Direktorat terkait dalam hal ini Direktorat Keselamatan dasn Keamanan,” ungkap Joni.

KAI, sebagai salah satu perusahaan transportasi terbesar di Indonesia, terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas dan keandalan sarana keretanya.

Dalam usahanya tersebut, KAI telah menetapkan 5 Program Prioritas Pengelolaan Sarana yang dilaksanakan secara sistematis dan berkelanjutan.

Program-program ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan keandalan sarana, tetapi juga untuk mengoptimalkan efisiensi dan produktivitas perusahaan. Berikut adalah gambaran lengkap mengenai kelima program tersebut.

1. Peningkatan Keandalan Sarana

KAI mengimplementasikan sistem optimalisasi identifikasi, pengawasan, pengendalian, dan evaluasi secara rutin untuk meningkatkan keandalan sarana.

Ini dilakukan dengan menyelaraskan visi dan misi Program Prioritas Pengelolaan Sarana dari top manajemen hingga pelaksana lapangan. Pembentukan tim khusus yang bertanggung jawab untuk meningkatkan keandalan sarana melalui sosialisasi dan pengawasan langsung di seluruh jajaran.

Dalam menganalisis kerusakan atau gangguan pada sarana, KAI menggunakan teknik Fault Tree Analysis (FTA) untuk mengidentifikasi risiko yang berkontribusi pada kegagalan.

Dengan FTA, KAI dapat menentukan gangguan dominan, mencari akar permasalahan, dan meningkatkan keandalan sarana secara keseluruhan.

2. Pengendalian Persediaan serta Pengadaan Material Tepat Guna dan Optimal

KAI melakukan identifikasi kebutuhan pengadaan melalui analisis kebutuhan, klasifikasi, dan inspeksi berkelanjutan.

Perencanaan pengadaan berbasis Analytic ATPS dan Lead Time Delivery diadopsi untuk memastikan pengadaan sesuai kebutuhan di semua Unit Sarana.

Pengendalian persediaan diimplementasikan untuk memastikan pengadaan material yang tepat guna dan optimal.

Tim monitoring memastikan penyerapan suku cadang dan kualitasnya terpantau secara efektif. Standarisasi suku cadang, strategi pengadaan berbasis ATPS dan Lead Time Delivery, serta pengendalian persediaan maksimum di akhir tahun, semuanya berkontribusi pada kelancaran operasional.

BACA JUGA :   PN Semarang Gusur 40 Ruko yang Berdiri di Atas Tanah PT KAI

3. Penerapan Sistem Digitalisasi Pemeliharaan

Penerapan dan pengembangan digitalisasi sistem pemeliharaan dioptimalkan melalui kelompokkan aplikasi yang sudah tersedia di unit-unit sarana.

Pembuatan roadmap digitalisasi dari aplikasi yang ada menjadikan integrasi data dan monitoring terpadu untuk efektivitas dan efisiensi pengelolaan sarana.

Integrasi aplikasi digital dengan kontrol data dan monitoring terjadi dengan menggunakan sumber data dari SAP.

Koordinasi dengan tim IT pusat menjadi kunci untuk memastikan aplikasi baru terintegrasi dengan yang sudah ada, mendukung kelancaran operasional dan pemeliharaan sarana.

4. Peningkatan Kompetensi Sumber Daya Manusia

KAI membentuk budaya knowledge sharing, diskusi, dan pembelajaran bersama dengan berbagai langkah seperti pengembangan budaya diskusi sebelum bekerja, proaktifitas dalam proses sharing knowledge dengan reward dan punishment, serta partisipasi aktif dari pimpinan untuk memberi contoh dan menerapkan budaya tersebut.

Selain itu, berbagai program diimplementasikan, termasuk sertifikasi keahlian, uji petik kompetensi berkala, penggunaan platform untuk berbagi informasi, coaching dan counseling, serta studi banding.

Dampaknya terlihat pada komunikasi yang lebih intens dan produktif, identifikasi masalah yang lebih cepat, pekerjaan yang lebih efisien, dan terjaminnya proses operasional.

5. Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)

KAI menciptakan budaya lingkungan kerja yang sehat, bersih, aman, nyaman, dan disiplin.

Kegiatan rutin untuk menjaga kesehatan tubuh dan pembenahan lingkungan menjadi bagian penting dari inisiatif ini.

KAI juga menerapkan program 5R (ringkas, rapi, resik, rawat, rajin) sebagai bagian dari program K3 di semua unit kerja sarana, termasuk kantor pusat, balai yasa, dan lintas daerah.

Dengan melibatkan pegawai secara aktif, kesadaran terhadap penerapan K3 terus meningkat, tercermin pada pemenuhan APD, pelaporan lingkungan berkala, audit SMKP, dan penerapan 5R secara berkelanjutan.

BACA JUGA :   PT KAI Buka Pemesanan Tiket Kereta Api Natal dan Tahun Baru 2023 Lebih Cepat

Melalui implementasi 5 Program Prioritas Pengelolaan Sarana, KAI tidak hanya mengelola sarana, tetapi juga mengukuhkan diri sebagai perusahaan yang berkomitmen pada keandalan, keamanan, dan keselamatan dalam menjalankan misi pentingnya sebagai penyedia layanan transportasi yang terpercaya dan aman di Indonesia.

“Keandalan sarana merupakan fondasi utama dalam menyediakan layanan transportasi kereta api yang efisien dan aman. Melalui perawatan rutin, penggunaan teknologi modern, dan pematuhan terhadap standar, KAI terus berupaya meningkatkan kualitas layanan. Dengan demikian, masyarakat dapat merasakan manfaat dari sistem transportasi yang andal, memberikan kontribusi positif terhadap mobilitas dan konektivitas di Indonesia,” tutup Joni.***

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan