Kapolda Jateng Sebut Polri Disudutkan dalam Kasus Desa Wadas, Begini Klarifikasinya

ABOUT SEMARANG – Kapolda Jateng (Jawa Tengah) Irjen Polisi Ahmad Luthfi menyebut Polri sengaja disudutkan atau diframing dalam kasus keributan Desa Wadas Kecamatan Bener Kabupaten Purworejo, Selasa (8/2).

Salah satunya yaitu temuan video viral yang dinarasikan ribuan anggota Polri menyerbu masjid, padahal kejadian sebenarnya tidak begitu.

“Posisi anggota kita membelakangi masjid, karena pada saat itu yang duduk-duduk (di dalam masjid) dan yang di luar akan terlibat kontak fisik, di mana yang kontra (pembangunan bendungan) dikejar-kejar yang pro, lalu masuk masjid,” ujar Ahmad Lutfhi, Kamis (10/2).

Menurut Luthfi anggota Polisi itu justru sedang membuat parameter atau penjagaan agar tidak terjadi benturan.

Lutfhi bahkan mengungkapkan Dirpamobvit Polda Jateng melakukan salat di masjid itu dan tidak terjadi apa-apa.

Tetapi fakta-fakta itu diframing bahwa polisi menyerbu masuk ke dalam masjid.

BACA JUGA: Ganjar Datangi Warga Pro di Desa Wadas, Larang Warga Beli Barang Mewah

Polda Jawa Tengah atas permintaan Badan Pertanahan Nasional (BPN), melakukan pendampingan.

Selain itu, pengamanan, fasilitator, dan dinamisator terhadap masyarakat yang menerima tanahnya diukur untuk Bendungan Bener.

Luthfi bahkan membantah mengerahkan ribuan anggotanya saat terjadi keributan itu. Dia mengungkapkan hanya menugaskan 250 personel. (ard)

BACA JUGA: Dinkes Kota Semarang Catat 30 Siswa SMP Positif Covid-19

Sharing:

BACA JUGA :   Polda Jateng Himbau Masyarakat untuk Saring Sebelum Sharing Guna Cegah Peningkatan Hoaks

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan