Kapolri: Pelaku Bom Bunuh Diri di Bandung Terafiliasi JAD dan Berstatus “Merah”

ABOUTSEMARANG – Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyebutkan, pelaku bom bunuh diri di Markas Kepolisian Sektor Astana Anyar, Kota Bandung, Jawa Barat, terafiliasi dengan kelompok teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

Hal itu disampaikan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, dalam keterangan pers, setelah mengunjungi lokasi serangan bom bunuh diri di Mapolsek Astana Anyar Bandung, Rabu (7/12).

Kapolri mengatakan, bahwa pelaku yang kemudian diketahui bernama Agus Sujatno alias Agus Muslim, sudah pernah menjalani pidana penjara di LP Nusakambangan, untuk kasus bom Cicendo.

“Pelaku terafiliasi JAD Bandung atau JAD Jawa Barat,” kata Listyo, Rabu (7/12).

JAD merupakan kelompok teroris yang disebut bertanggung jawab dengan beberapa aksi pengeboman lain, seperti di sejumlah gereja di Surabaya pada 2018.

Kelompok ini dianggap terkait dengan ISIS (Islamic State of Iraq and Syria).

Sebelum pengeboman ini, Agus pernah ditangkap karena terlibat bom Cicendo pada Februari 2017.

“September atau Oktober 2021 lalu, yang bersangkutan bebas,” sebut Listyo.

Setelah Agus bebas, Listyo menyatakan, setiap kegiatannya terus dipantau polisi. Namun ia selalu menghindar setiap kali diajak untuk mengikuti program deradikalisasi. Sehingga Agus belum pernah menjalani deradikalisasi atau masih “berstatus merah”.

Namun, pada hari ini, Agus melakukan pengeboman bunuh diri di Mapolsek Astanaanyar dan melukai 10 polisi dan seorang warga. Satu polisi yang terluka parah akibat ledakan ini meninggal dunia.

Agus pun meninggal akibat bom yang diledakkannya.

BACA JUGA :   Kronologis Dugaan Keterlibatan Kapolda Jatim Irjen Teddy Minahasa Dalam Kasus Narkoba

Dalam insiden itu polisi juga menemukan kertas yang berisi pernyataan protes, terkait rancangan UU KUHP, di mana di dalamnya juga terkait dengan jihadis.

(atn)

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan