Kasus Covid-19 Meroket, Pimpinan Muhammadiyah Siapkan Strategi dan Minta Tempat Wisata Harus Ditutup!

Aboutsemarang.Id,-  Muhammadiyah meminta dengan tegas pada pemerintah untuk segera menutup tempat wisata yang melanggar protokol kesehatan (prokes) di Indonesia.

Apalagi dengan adanya lonjakan pemudik di musim libur lebaran 2021 tentu sangat memicu kekhawatiran adanya peningkatan Covid-19 di Indonesia. Belum lagi WNA asing yang bebas keluar masuk ke Indonesia.

“Kekhawatiran ini muncul setelah ada warga tetap lolos mudik meski jumlahnya tidak sebanyak kondisi normal, kemudian mobilitas warga untuk merayakan Idul Fitri yang cukup tinggi. Banyak orang berwisata tanpa protokol kesehatan, selain itu adanya arus kedatangan WNA di tengah-tengah penyekatan yang dilaksanakan secara ketat bagi WNI,” papar Ketua Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) PP Muhammadiyah, Agus Samsudin, pada Senin 17 Mei 2021 kemarin.

Hal ini tentunya juga menjadi ancaman munculnya varian baru Covid-19 dari berbagai negara. Padahal ini Indonesia sendiri sudah terdeteksi beberapa varian Covid-19 seperti B.117 asal Inggris, kemudian B.1351 (Afrika Selatan), dan varian mutasi ganda
dari India B.1617.

Agus mengungkap, ketiga varian itu paling banyak muncul di berbagai negara dengan tingkat penularan jauh lebih tinggi mulai 36% sampai 75% ketimbang jenis sebelumnya.

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan