Kasus Korupsi PT Asabri, 17 Bus PO Restu Wijaya Boyolali Disita

About Semarang – Sebanyak 17 armada Bus Pariwisata milik PO Restu Wijaya di garasi Desa Pelem Kecamatan Simo Boyolali disita Tim Penyidik Kejaksaan Agung. Belasan Bus Pariwisata tersebut terkait dengan kasus dugaan tindak pidana korupsi PT Asuransi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri).

Kepala Kejaksaan Negeri Boyolali, M Anshardi membenarkan penyitaan tersebut untuk atas nama tersangka Letjen Purnawirawan TNI Sonny Widjaja.

Tim penyidik Kejaksaan Agung datang ke Boyolali pada Selasa 23 Februari 2021. Sebelum melalukan penyitaan aset 17 armada Bus Pariwisata di Simo Boyolali, tim sempat memeriksa terhadap dua saksi.

“Kami sifatnya hanya sebatas melakukan pengamanan dan membantu tim penyidik dari Kejagung dalam langkah hukum terkait kasus Korupsi Asabri di wilayah Boyolali,” katanya.

Belasan Bus Pariwisata tersebut langsung dikeluarkan dari garasi untuk dititipkan di garasi bus Damri di Palur Kabupaten Karanganyar.

Kepala Kejaksaan Negeri Kota Surakarta Prihatin menjelaskan pengamanan aset-aset di Boyolali bekerja sama dengan Kejari Surakarta dan Boyolali, pada Selasa 23 Februari 2021 malam.

“Kami hanya back up pengamanan tim penyidik Kejagung dalam penyitaan sejumlah aset ada 17 armada Bus Pariwisata PT Restu Wijaya yang diamankan dan kini dititipkan di garasi Bus milik Damri, di Palur Karanganyar, dan mungkin tanah di Boyolali,” kata Prihatin.

Sementara, Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah Priyanto saat menghadiri acara peresmian RS Lapangan di Solo, menjelaskan, Tim Kejati Jawa Tengah bersama Kejari Boyolali dan Surakarta hanya mendukung Tim Penyidik Kejagung terkait kasus korupsi PT Asabri.

“Kami hanya mem-back up tim penyidik yang melakukan langkah-langkah hukum di Solo raya. Tim sedang inventarisasi wilayah Solo raya dalam penuntasan kasus Asabri,” kata Priyanto.

Priyanto menjelaskan terkait penyitaan belasan Bus Pariwisata di Simo Boyolali, ia meminta besabar menunggu berapa aset yang sudah diamankan terkait kasus korupsi Asabri.

“Hal ini, sebenarnya kewenangan dari Puspenkum (Pusat Penerangan Hukum) Kejagung. Kami tidak bisa menjelaskan secara rinci kami sedang inventarisasi secara kesuruhan. Ada pada saatnya Kapuspenkum akan memberikan keterangan tentang aset-aset yang ada di Solo raya,” katanya. (ISR)

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan