Kebakaran Depo Pertamina Plumpang, PMI Sebut Korban Luka Capai 200 Orang

ABOUTSEMARANG – Tim Palang Merah Indonesia (PMI) Jakarta Utara menyebut jumlah korban luka-luka akibat kebakaran depo Pertamina Plumpang terus bertambah.

Ketua Umum PMI Jakarta Utara, Rijal menyebut jika korban luka hingga Sabtu (4/3) dini hari sudah mencapai 200 orang.

“Saya lihat sendiri jumlah korban luka-luka hampir 200 orang,” ujar Rijal dalam program Breaking News CNN Indonesia TV, Sabtu (4/3).

Ditambahkan Rijal, kemungkinan besar korban akan terus bertambah mengingat proses evakuasi bagi korban kebakaran depo Pertamina Plumpang ini masih terus dilakukan

“Kemungkinan (korban) akan terus bertambah, proses evakuasi masih terus berjalan,” tambahnya.

Menurut Rijal, saat ini warga yang berada di lokasi pengungsian membutuhkan sejumlah bantuan seperti makanan, obat-obatan hingga pakaian.

“khususnya obat-obatan yang kurang tapi sedang dikordinasikan dengan pihak farmasi,” kata Rijal.

Sementara, sejumlah kantong jenazah dikumpulkan di posko sementara yang terletak tak jauh dari lokasi kebakaran.

Dari data sementara Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta Utara, korban meninggal dunia sebanyak 17 orang yang terdiri dari 15 dewasa, dua anak-anak.

“Data terakhir 15 meninggal dunia, dua anak-anak. Ditemukan sudah meninggal (bukan luka),” kata Rahmat Kristianto, Jumat (3/3).

Menurut Rahmat, pihaknya juga masih melakukan evakuasi dan pencarian korban di pemukiman penduduk yang dekat dengan lokasi kebakaran.

“Kami masih melaukan evakuasi korban khususnya yang berada di pemukiman,” tambah Rahmat.

Sedangkan Tim Dokter DVI Mabes Polri mengambil sejumlah sampel untuk mengidentifikasi jenazah korban meninggal dunia.

Kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara terjadi pada Jumat malam sekitar pukul 20.20 WIB. Sebelum terlihat api, warga mencium bau bahan bakar minyak kemudian terdengar ledakan.

BACA JUGA :   BREAKING NEWS! Relokasi Pasar Johar Kebakaran

(ard)

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan