Kematian Anak Terpapar Covid-19 Cukup Tinggi, Dokter Sarankan Ini

ABOUTSEMARANG – Kasus kematian anak terpapar Covid-19 di negara Indonesia terbilang cukup tinggi. Menurut dokter anak, Dr Moh Syarofil Anam, per 7 Juli lalu jumlah kasus Covid-19 orang dewasa di Indonesia mencapai 2,379 juta orang dengan angka kematian mencapai 62.908 jiwa.

Sementara jumlah kasus Covid-19 pada anak mencapai 209.800 orang. Sebanyak 227.000 anak adalah usia 6-18 tahun, angka mortalitasnya 744 anak, dengan 50% kematian anak terpapar Covid-19 di bawah usia lima tahun.

Satu dari delapan kasus Covid-19 menyerang anak-anak dan satu dari 10 kasus Covid-19 di Indonesia adalah anak usia sekolah.

“Kasus Covid-19 pada anak-anak di Indonesia terbilang tinggi, baik dari angka kejadian sakit maupun angka kematiannya. Bahkan lebih tinggi dibandingkan dengan negara Asia Pasifik lainnya,” tuturnya saat Ngobrol Virtual Suara Merdeka dengan tema ‘Serangan Covid-19 pada Anak dan Percepatan Vaksin untuk Anak’ melalui Zoom Meeting, Kamis (7/7).

Dia mengatakan, hal ini menjadi perhatian karena kasus Covid-19 pada anak cukup tinggi. Mengapa anak-anak bisa terkena virus?

Menurutnya, virus tidak mengenal usia. Anak-anak juga bisa terpapar virus ini. Apalagi jika anak tidak terproteksi dengan baik. Sistem imun tubuh anak belum berkembang dengan baik. Karena itu, anak-anak perlu dibekali imunisasi yang lengkap dengan terus menjaga protokol kesehatan dengan ketat, mencukupi kebutuhan gizinya serta terus meningkatkan imunitas tubuhnya.

Terobosan lain, kata dia, adalah vaksinasi untuk anak. Vaksinasi ini terbukti bisa menekan kejadian infeksi. Namun, vaksinasi untuk anak-anak mulai usia 0 bulan sampai 12 tahun belum bisa dilakukan, karena diperlukan serangkaian lolos uji klinis. Saat ini vaksinasi baru bisa diberikan bagi anak usia 12 tahun-18 tahun untuk Indonesia.

Dr Anam mengatakan, yang baru bisa dilakukan adalah imunisasi. Imunisasi lengkap ini adalah preventif utama mencegah virus. Sebab, sampai saat ini pun semua ahli sepakat belum menemukan obat Covid-19. Belum ada satu pun obat yang bisa membunuh virus Covid-19 secara langsung. Selama ini yang beredar adalah obat penurun panas, vitamin yang bukti ilmiahnya belum cukup untuk bisa dipastikan dapat membunuh Covid-19.

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan