Kembali Cetak Prestasi, Dosen Udinus Semarang Berhasil Ciptakan Alat Sensor Pemantau Penderita TBC

ABOUTSEMARANG – Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang kembali cetak prestasi. Kali ini prestasi Udinus Semarang berhasil diukir oleh salah satu dosennya.

Seperti diketahui, Dosen Fakultas Kesehatan Udinus Semarang Mayani Setyowati berhasil menciptakan sebuah alat sensor bagi penderita Tuberkolusis (TBC) yang diberi nama Sintasis G1.0.

Mayani mengatakan bahwa alat tersebut diciptakan berawal dari keprihatinannya terhadap program pengobatan TBC di tingkat Puskesmas hingga Dinas Kesehatan.

“Banyak penderita TBC yang berhenti berobat sebelum selesai masa pengobatan selama 6 bulan,” katanya dikutip dalam siaran pers di Semarang, Jumat, 9 Desember 2022.

Sementara itu, untuk alat yang diciptakan lewat pendanaan dari program Kedaireka Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi tersebut didukung pula oleh sejumlah pakar dari berbagai disiplin ilmu.

Ia menjelaskan Sintasis G1.0 merupakan alat berbentuk gelang penangkap sinyal biomedis berupa saturasi oksigen dan detak jantung yang dipakaikan ke penderita TBC.

Data analog yang dihasilkan alat tersebut, kata dia, akan dikirim ke peladen komputer yang diteruskan ke telepon pintar atau komputer milik dokter, para medis, atau pengelola program pengobatan TBC.

“Alat tersebut berfungsi untuk memantau langsung kondisi pasien,” katanya.

Alat tersebut, kata dia, sudah mulai diujicobakan di wilayah Kabupaten Sukoharjo.

“Alat ini sudah digunakan untuk memantau penderita TBC dk wilayah Sukoharjo,” katanya.

Ke depan, kata dia, Sintasis G1.0 akan terus dikembangkan dengan dilengkapi alat pengukur suhu tubuh, pelacak posisi penderita, hingga pengukur tingkat stres.***

Sharing:

BACA JUGA :   Kejam! Pemuda di Ambarawa Semarang Tega Cekoki Anak Kucing dengan Miras 'Tuak'

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan