Kenali Gejala Covid-19 Omicron, Dokter: Sakit Kepala dan Nyeri di Sekujur Tubuh

ABOUTSEMARANG – Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengumumkan telah mendeteksi pasien Omicron pertama di Indonesia, Rabu (15/12).

Pasien pertama tersebut berada di Wisma Atlet di Jakarta. Pasien tersebut merupakan petugas kebersihan di Wisma Atlet, usai melakukan Whole Genome Sequences (WGS) secara rutin.

Sejak November lalu WHO telah mengkonfirmasi varian baru Omicron yang pertama dideteksi di Afrika Selatan. Saat ini WHO melabeli varian tersebut sebagai Varian of Concern atau varian yang menyebabkan peningkatan penularan.

Virus Covid-19 varian Omicron menjadi varian yang tengah diwaspadai seluruh negara di dunia. Sejak dilaporkan pada Rabu (24/11) dan terdeteksi di Afrika Selatan, kini varian tersebut menyebar di 78 negara.

Baca Juga : Omicron Masuk Indonesia, Kemenhub Perketat Prokes Pelaku Perjalanan

Seorang dokter yang juga merupakan Kepala Asosiasi Medis di Afrika Selatan, Angelique Coetzee memaparkan, varian ini sama dengan varian Covid-19 lainnya, yakni memiliki gejala yang bisa terdeteksi saat menyerang tubuh manusia.

Dikutip dari CNBC, Coetzee menggambarkan gejala Covid-19 varian omicron sebagai gejala yang sangat ringan. Pasien yang diamati pertama kali adalah seorang pria berusia 33 tahun. Pasien itu hanya mengeluh sakit kepala dan mengalami nyeri di sekujur tubuhnya.

Pasien juga disebut tidak mengalami sakit tenggorokan, tetapi lebih seperti tenggorokan gatal yang tidak disertai batuk atau kehilangan rasa dan bau seperti varian Covid-19 lainnya.

Pasien lain yang dia amati juga mengalami gejala sangat ringan.

“Apa yang kami lihat secara klinis di Afrika Selatan – dan ingat saya berada di pusat tempat saya berlatih – sangat ringan, bagi kami ini adalah kasus ringan. Kami belum mengakui siapa pun, saya sudah berbicara dengan rekan saya yang lain dan mereka memberikan gambaran yang sama,” kata Coetzee dikutip dari NyPost.

Meski demikian, pengamatan yang dilakukan Coetzee ini masih merupakan pengamatan awal. Para ahli World Health Organization mengatakan akan membutuhkan waktu berminggu-minggu untuk memahami bagaimana varian tersebut dapat memengaruhi diagnostik, terapi, dan vaksin.

Mengutip Express, data awal menunjukkan bahwa varian tersebut menyebar di Afrika Selatan lebih cepat daripada jenis sebelumnya dan bahwa varian tersebut, yang dikenal secara resmi sebagai B.1.1.529, dapat mulai memicu gelombang infeksi baru.

Berikut ciri-ciri Varian Omicron berdasar pernyataan Coetzee:

1. Seluruh badan mengalami pegal-pegal dan linu
2. tenggorokan gatal tapi tidak batuk
3. Tidak kehilangan indera perasa dan penciuman
4. Demam seperti flu
5. Sakit kepala.***

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan