Kolaborasi dengan Kemenperin, KADIN Inisiasi Gerakan Kemitraan IKM Guna Tingkatkan Daya Saing

ABOUTSEMARANG – Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia berkolaborasi dengan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dalam menginisiasi program Kemitraan Inklusif Closed Loop Industri Kecil Menengah (IKM).

Hal tersebut dilakukan guna mendorong pemberdayaan IKM dan meningkatkan daya saing di seluruh sektor.

Adapun program tersebut merupakan Exhibition Link & Match IKM Alat Angkut dengan Tier APM (Agen Pemegang Merek) dan Industri Besar.

Ketua Umum KADIN Indonesia, Arsjad Rasjid menyatakan, performa sektor industri manufaktur dalam negeri tumbuh pesat belakangan ini.

Ia juga mengatakan bahwa pada triwulan II 2022, sektor itu tercatat sebesar 4,01 persen year-on-year, dengan realisasi investasi yang melejit hingga 54 persen sepanjang Januari-September.

“Tren positif pertumbuhan industri nasional ini harus terus dijaga. Oleh karena itu, KADIN Indonesia selaku rumah bagi dunia usaha dan industri siap mendukung dan berkomitmen untuk mendorong pemberdayaan IKM di seluruh sektor industri melalui program Kemitraan Inklusif Closed-Loop,” kata Arsjad pada Selasa, 1 November 2022.

Menurut Arsjad, strategi kolaborasi tersebut akan dapat memperkuat sektor industri Indonesia secara inklusif, dan menciptakan rantai nilai produksi domestik yang kokoh.

Selain itu, program inclusive closed loop system ini juga sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo mengenai Indonesia Incorporated, yaitu kolaborasi dan kerja sama antara perusahaan skala besar, menengah, kecil untuk menyelesaikan persoalan di lapangan secara konkret, termasuk sektor industri.

Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia Bidang Perindustrian, Bobby Gafur menyatakan, IKM merupakan salah satu kunci dalam akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional dengan kontribusi sebesar 99,7 persen dari keseluruhan total sektor industri.

BACA JUGA :   Kadin Kota Semarang Gandeng USM Tingkatkan Soft Skill Mahasiswa

Pada saat bersamaan, IKM juga menyerap sebanyak 66,2 persen dari total 15,6 juta tenaga kerja di sektor industri.

“Maka dari itu, pengembangan IKM merupakan salah satu kunci akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional, sehingga dapat menjadikan Indonesia menjadi Negara Industri Tangguh pada tahun 2025 sesuai dengan Kebijakan Industri Nasional,” ucap Bobby.

Senada, Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, juga mengatakan bahwa program kemitraan dalam dunia industri merupakan salah satu upaya efektif untuk memperkuat rantai pasok industri manufaktur di Indonesia.

“Adanya Kemitraan Inklusif Closed-Loop dapat mendorong kemandirian IKM melalui kepastian pasar, transfer teknologi, perbaikan kualitas dan kuantitas serta sistem manajemen, peningkatan SDM, dan juga kemudahan akses pembiayaan. Bagi industri manufaktur seperti otomotif, bermitra dengan IKM dapat meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) produk manufaktur yang dihasilkan,” kata Agus.

Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian Reni Yanita menambahkan, melalui acara ini diharapkan IKM secara intensif dapat berkonsultasi dengan Tier APM dan industri besar yang menjadi sasaran mitra IKM.

“Melalui kegiatan ini diharapkan terjalin kemitraan yang saling menguntungkan antara IKM dengan industri besar, sehingga dapat terjalin komunikasi antara IKM dengan supplier APM, terbukanya akses pasar dan akses pembiayaan, serta meningkatnya peluang usaha, SDM, dan manajemen mutu,” ucap Reni.

Kesepakatan kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan kerja sama (MoU) antara Kemenperin dengan KADIN Indonesia, yakni Tentang Kemitraan Industri Kecil dan Industri Menengah dalam Rantai Pasok Industri Manufaktur Nasional.

Kemudian, juga dilakukan penandatanganan MoU antara 16 perusahaan Tier AHM dengan 32 IKM pada hari yang sama, serta penandatanganan akad kredit dari beberapa lembaga pembiayaan kepada para IKM dengan total 10 akad kredit senilai Rp24 miliar, dan 24 akad yang masih dalam proses sejumlah Rp82 miliar.***

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan