Komplotan Penipu Kuras Isi ATM Tamu Hotel di Semarang, Ngaku Pejabat dan Turis dari Brunei

ABOUTSEMARANG – Satreskrim Polrestabes Semarang berhasil membongkar kasus komplotan penipu berkedok seorang kepala dinas dan turis dari Brunei.

Adapun komplotan yang berhasil ditangkap ada sebanyak lima orang yang memiliki peran masing-masing saat menjalankan aksinya.

Diketahui dua dari lima orang pelaku berperan sebagai eksekutor di antaranya, Adi Santoso (44) warga Cianjur dan Muh Fadel (37) warga Pare-pare.

Kemudian tiga lainnya bertugas sebagai sopir dan pengawas yaitu Abdul Rosyid warga Jakarta, Ibrahim (45) warga Kalimantan Utara dan Dani Ramdani (39) warga Cianjur.

Dalam aksi itu, Adi mengaku sebagai seorang pejabat kepala Dinas Pertanian dan Fadel mengaku sebagai turis Brunei dengan bahasa Melayunya yang kental.

Mereka beraksi hari Kamis (23/11/2023) lalu sekitar pukul 05.00 WIB di salah satu hotel di Jalan Piere Tendean, Semarang.

“Korban yang menginap di hotel keluar merokok kemudian didatangi oleh tersangka yang mengaku kepala dinas pertanian. Ketika ngobrol tersangka yang ngaku orang Brunei datang. Seolah menanyakan ke kepala dinas di mana tempat konter handphone,” kata Kasat Reskrim Polrestabes Semarang, AKBP Donny Lumbantoruan di Mapolrestabes Semarang, Jumat (1/12/2023).

Pelaku dengan lihai berhasil meyakinkan korban untuk ikut masuk ke mobil dan menunjukkan lokasi konter handphone di sekitar Java Mall Semarang. Korban juga dijanjikan mendapat handphone.

Dalam perjalanan di mobil tersebut, pelaku yang mengaku sebagai pejabat juga membicarakan soal investasi lahan untuk penggemukan sapi di Rembang.

Kemudian mereka juga sempat ke ATM kemudian pejabat palsu itu memamerkan print saldo tabungan yang diduga juga palsu.

BACA JUGA :   Jadwal Bioskop Semarang Hari Ini Minggu, 3 Desember 2023: 172 Days Paling Favorit

“Saya di pertengahan ke ATM mengecek saldo saya untuk meyakinkan supaya korban percaya sama kami. Kami perlihatkan korban percaya ada saldo Rp 1,9 M. Itu fiktif,” ujar tersangka Adi.

Kemudian pelaku Fadel juga beraksi dengan berpura-pura tidak bisa menggunakan ATM di Indonesia.

Hal tersebut membuat korban kemudian tanpa menaruh curiga mencontohkan pemakaian dengan ATM nya dan pelaku melihat PIN korban.

Dalam perjalanan di dalam mobil, pelaku Fadel sempat meminjam dan melihat kartu ATM korban. Saat itu kedua pelaku dengan sigap menukar kartu korban.

Untuk diketahui, pelaku sudah menyiapkan berbagai kartu ATM rusak untuk ditukar.

“PIN-nya dia sebut. Saya pura-pura tidak tahu ATM di Indonesia seperti apa,” kata pelaku Fadel.

Setelah mengembalikan korban ke hotel, para pelaku itu kemudian menguras tabungan korban senilai Rp 110 juta.

Mereka mengirim uang itu ke rekening milik seseorang di Sulawesi dan mulai membagi keuntungan.

“Saya Rp 40 juta, dia (Adi) Rp 40 juta, sopir Rp 10 juta, mereka (pengawas) Rp 8 juta. Untuk yang terima (kiriman uang) potongan 25 persen,” ujar Fadel.

Polisi yang mendapat laporan soal kejadian itu langsung melakukan pengejaran dan berhasil menangkap para pelaku hari Rabu (29/11/2023) lalu.

Mereka ternyata tidak hanya melakukan aksinya sekali. Sebelumnya sudah ada tiga orang yang menjadi target.

Atas perbuatannya, para pelaku kini dijerat pasal 378 KUHP tentang penipuan dengan ancaman hukuman empat tahun penjara.***

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan