Kota Semarang Kini Punya Landmark Baru, Lokasi Titik Nol Kilometer Bukan di Simpang Lima

ABOUTSEMARANG – Landmark baru yang berupa penanda titik nol kilometer di Kota Semarang telah diresmikan.

Untuk lokasi dari landmark baru tersebut bukan berada di Simpang Lima Semarang, melainkan Kota Lama.

Sebenarnya titik penanda nol kilometer sebelumnya sudah ada berupa tugu kecil. Kemudian sejak tahun 2022 lalu mulai dibangun penanda baru serta taman yang berada di sekitarnya sehingga terlihat indah.

Penanda baru itu berupa monumen berbentuk lingkaran besar dan ada keterangan di bawahnya, Nol Kilometer Semarang.

Peresmian landmark baru tersebut dilakukan oleh Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu atau Ita pada Jumat malam, 5 Mei 2023. Hal itu sekaligus menyemarakkan rangkaian HUT Kota Semarang ke-476.

“Ini seharusnya diresmikan sebelum puasa, tapi karena beberapa hal yang harus diselesaikan maka diresmikan malam ini. Diharapkan ini bisa menjadi tambahan destinasi wisata baru,” kata Ita di Jalan Pemuda Nol Kilometer Semarang, Jumat malam, 5 Mei 2023.

Titik nol kilometer dikelilingi oleh kawasan yang merupakan cikal bakal berkembangnya Kota Semarang yaitu kawasan Kauman, Kampung Malayu, Pecinan, dan Kota Lama yang punya sebutan little Netherland.

Hal itu juga yang dulu membuat titik nol kilometer Kota Semarang ditetapkan di sana.

Ita menjelaskan, dari sumber literasi yang ia pelajari, di sekitar sana terdapat perkampungan Kauman atau kaum cendikiawan yang agamis dan juga ada pesantren.

Lalu datang suku hingga bangsa lain karena memang tidak jauh dari pelabuhan.

“Ini saya mengutip, ya. Ada namanya pelabuhan. Sekitar pelabuhan ada perdagangan dan kegiatan. Akhirnya banyak bangsa lain, orang Gujarat datang ke kampung Melayu,” jelasnya.

BACA JUGA :   PHDI Semarang Gelar Pertunjukkan Seni, Mbak Ita Bilang Begini

Berkembangnya perdagangan juga membuat bangsa Cina datang. Berbagai etnis itu kemudian hidup berdampingan, ditandai dengan adanya Masjid Menara Layur dan juga Klenteng Kam Hok Bio atau Kelenteng Dewa Bumi.

“Apa buktinya. Berdiri Masjid Menara Layur dan Klenteng Dewa Bumi. Mereka hidup berdampingan kemudian keluarlah Warak Ngendog. Di sini cikal bakal Kota Semarang menggeliat,” ujarnya.

Ketika para pedagang dari luar itu datang, VOC masih ada di sana. Warga Tiongkok kemudian bergeser ke kawasan Pecinan yang ada hingga saat ini.

Lokasi monumen ini tepat di depan Gedung Keuangan Negara dan juga Kantor Pos Besar. Gedung Keuangan Negara tersebut dulunya gedung pemerintahan daerah sebelum akhirnya pindah dan sempat dilalap api tahun 1950-an.***

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan