Kronologi Mahasiswi Undip Semarang Ditemukan Meninggal di Gunung Lawu

ABOUTSEMARANG – Seorang mahasiswi Universitas Diponegoro (Undip) Semarang ditemukan meninggal dunia saat mendaki bersama rombongan di Gunung Lawu via Candi Cetho, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar.

Korban bernama Anindita Syafa Nabila Rizki (20) yang ditemukan meninggal di Pos 4 Jalur Cetho, Kecamatan Jenawi tepatnya di Gupak Menjangan, jalur pendakian Gunung Lawu via Candi Cetho, Minggu (25/6) siang.

Komandan Markas SAR Karanganyar, Arif Sukro Yunianto mengatakan sebelum meninggal, korban diduga kelelahan dan mengalami hipotermia.

“Kemungkinan besar kelelahan dan hipotermia dan tidak ada tanda-tanda kekerasan fisik yang mengenai korban tersebut,” katanya, Minggu (25/6).

Kronologi Mahasiswi Undip Semarang Ditemukan Meninggal di Gunung Lawu

Diketahui korban mendaki bersama 16 rekannya melalui jalur Candi Cetho pada Sabtu (24/6) pukul 07.00 WIB. Saat itu, Kondisi korban masih sehat.

Pukul 13.30 WIB

Seorang porter, Fahmi. Ketua Karanganyar Emergency Polet menemukan pendaki itu dalam kondisi tidak sadarkan diri saat tengah berada di daerah Gupakan Menjangan. Ia menuturkan, korban ditemani seorang temannya di dalam tenda.

Saat ditemukan, sekira pukul 13.30 WIB, denyut jantung sudah tidak berdetak lagi. Dari mulut, keluar busa.

Seorang porter yang melihat kondisi tersebut lantas memberi pertolongan dan melaporkan ke petugas basecamp.

Selanjutnya korban dipastikan tidak tertolong atau meninggal dunia.

Pukul 18.11 WIB

Tim SAR melakukan evakuasi korban untuk bisa dibawa turun. Jenazah korban berhasil dievakuasi tim SAR gabungan malam ini, Minggu (25/6).

“Korban berhasil dievakuasi dan dibawa turun sekitar pukul 18.11 WIB langsung dibawa ke Puskesmas Jenawi,” lanjutnya.

BACA JUGA :   Sebanyak 50 Mahasiswa Inbound Program PMM 3 di Undip Resmi Dilepas

Arif mengungkapkan korban sebelumnya mendaki bersama 17 orang dari Undip Semarang. Sedangkan untuk rombongan korban masih berada di posko induk pendakian.

“Iya benar bersama rombongan (mendaki) sekitar 17 orang. Tadi rombongan berada di posko induk pendakian,” ujarnya.

Pukul 19.45 WIB

“Untuk operasi ditutup sekitar pukul 19.45 WIB,” ucapnya.

Lebih lanjut, Arif mengatakan bahwa untuk evakuasi korban tidak ada halangan. Cuaca di atas terbilang cerah.

“Tidak ada kendala untuk evakuasi, cuaca di atas juga cerah jadi memudahkan,” imbuhnya. (***)

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan