Larangan Penjualan Rokok Batangan Bikin Warung Kecil Ketar-ketir, Pedagang: Takut Omzet Turun

ABOUTSEMARANG – Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi melarang penjualan rokok batangan tahun depan.

Hal tersebut membuat sejumlah pedagang di warung-warung kecil menjadi was-was terkait pendapatan mereka nantinya.

Melansir dari CNN Indonesia, menurut pedagang di warung kecil penjualan rokok dengan cara mengecer per batang lebih menguntungkan alih-alih dijual per bungkus.

Sementara apabila larangan penjualan rokok batangan ini resmi diberlakukan tahun depan. Sejumlah pedagang takut pendapatan mereka akan turun.

“Ya kalau bungkusan nggak ada untungnya, cuma Rp1.500-an. Kalau ketengan kan dijualnya satu barang Rp2.000, masih lebih untung,” kata Kartina (47) pedagang warung kecil di bilangan Manggarai, Jakarta Selatan, dikutip About Semarang, Senin, 26 Desember 2022.

Adapun rasa khawatir dari para pedagang kecil juga terus meningkat lantaran harga rokok saat ini juga terus melonjak.

“Orang harga rokok juga sudah naik terus tiap hari,” kata Kartina dengan nada jengkel.

Tidak hanya di Jakarta, pedagang lain di Semarang pun juga turut merasa khawatir apabila diberlakukannya larangan penjualan rokok secara eceran.

Hal ini lantaran menjual rokok eceran per batang sendiri menjadi salah satu cara mendapatkan keuntungan yang besar dari jualannya.

Fiwi (22), pemilik warung kelontong di daerah Bawen, Kabupaten Semarang juga merasakan kekhawatiran akan hal tersebut. Ia mengungkapkan, omzet terbesar dari jualannya didapat dari penjualan rokok dengan cara mengecer.

Pasalnya, kata dia, menjual rokok per batang itu lebih menguntungkan ketimbang per bungkus.

“Kalau saya lebih baik menjual per batang,” ucap Fiwi.

BACA JUGA :   Resmi! Presiden Jokowi Lantik Hendrar Prihadi Sebagai Kepala LKPP

Seperti diketahui, wacana pelarangan penjualan rokok secara ketengan itu tertuang dalam peraturan pemerintah yang akan disusun pada 2023.

Rencana tersebut berdasarkan informasi dari salinan Keputusan Presiden Nomor 25 Tahun 2022 tentang Program Penyusunan Peraturan Pemerintah Tahun 2023 yang diteken Jokowi pada 23 Desember 2022.

“Pelarangan penjualan rokok batangan,” dikutip dari Keppres Nomor 25 Tahun 2022 yang diunggah di situs resmi Kementerian Sekretariat Negara.

Poin lainnya yang akan diatur adalah ketentuan rokok elektronik, serta pembesaran ukuran gambar dan tulisan peringatan kesehatan pada kemasan produk tembakau.

Aturan lain yang akan dicantumkan Jokowi adalah penegakan dan penindakan serta pengaturan kawasan tanpa rokok. Ada pula ketentuan pelarangan serta pengawasan iklan produk tembakau.

“Pelarangan iklan, promosi, dan sponsorship produk tembakau di media teknologi informasi,” dikutip dari keppres itu.

Aturan-aturan baru tentang rokok dan produk tembakau itu digagas oleh Kementerian Kesehatan. Aturan itu merupakan turunan dari pasal 116 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.***

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan