Mabes Polri Beri Izin Kompetisi Liga 1 dan Liga 2, Tapi Ini Syaratnya

ABOUTSEMARANG – Mabes Polri akhirnya memberikan izin kompetisi sepak bola Liga 1 dan Liga 2. Hanya empat hari jelang rencana kickoff, Jumat (27/8).

Pemberian izin disampaikan langsung Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang memberikan keterangan bersama Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainudin Amali, di Mabes Polri Jakarta, Senin (23/8).

Listyo Sigit menuturkan, berdasarkan hasil asesmen terkait laju pertambahan Covid-19 dan situasi keterisian tempat tidur rumah sakit, beberapa wilayah diberikan kelonggaran. Salah satunya melonggarkan kegiatan olahraga dengan berbagai macam pembatasan.

“Oleh karena itu mendasari dengan assesment dan evaluasi kegiatan PPKM, maka kami sepakat untuk memberikan persetujuan dilaksanakan Liga 1 maupun Liga 2. Namun tentunya harus melaksanakan protokol kesehatan yang ketat,” tutur mantan Kapolresta Surakarta tersebut.

Ia juga mensyaratkan, sehari sebelum bermain, para pemain dan ofisial harus dites usap dan PCR agar dipastikan negatif Covid-19. Tes kembali dilaksanakan setelah pertandingan. Selain itu jumlah pemain dan ofisial akan dibatasi. Lalu di stadion akan dipasang aplikasi PeduliLindungi. Aplikasi digunakan untuk cek ganda terkait aturan prokes.

“Ini sudah jadi kesepakatan. Ini wajib dipatuhi agar laju Covid-19 bisa diminimalkan, tapi di satu sisi kami juga maklum agar masyarakat kegiatan-kegiatan bisa mulai beraktivitas,” tambahnya.

BACA JUGA: Penjaga Gawang PSIS Semarang Berharap BRI Liga 1-2021/2022 Berjalan Tepat Waktu, Ini Alasannya

Dalam penyelengaraan liga nanti akan dievaluasi secara berkala. Listyo Sigit meminta komitmen penuh dari semua pihak agar kompetisi bisa berjalan lancar.

Adapun Menpora Zainudin Amali mengungkap dua tujuan kompetisi, Liga 1 dan Liga 2 , harus bergulir. Agar masyarakat punya hiburan, dan kepentingan timnas sepak bola.

Ia mengungkap banyak aspirasi agar Liga 1 bergulir. Kompetisi sepak bola di Indonesia sudah tak diputar sejak tahun lalu. Hal itu membuat timnas sulit menyeleksi pemain.

“Pemerintah sendiri ada kepentingan untuk pembentukan timnas. Di 2023 nanti akan menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20. Tentu butuh kompetisi. Tanpa kompetisi tak ada timnas baik. Tak ada talenta yang termonitor,” ucapnya.

Sementara Direktur Operasional PT Liga Indonesia Baru (LIB) Sudjarno mengatakan, hari ini akan merilis jadwal Liga 1. Hingga kemarin masih ada beberapa hal yang harus disesuaikan.

“Untuk jadwal akan kami keluarkan besok (hari ini) karena banyak hal yang terkait dengan, kami kan diasesmen untuk tempat segala macam. Jadi kami sesuaikan dengan rekomendasi-rekomendasi yang diberikan,” katanya.

Hanya saja, lanjutnya, jadwal kompetisi akan dirilis untuk tiap seri. Rencananya, seri pertama di Banten, DKI, dan Jawa Barat. LIB juga masih perlu menyempurnakan integrasi antara Liga 1 dengan aplikasi PeduliLindungi dalam penerapan protokol kesehatan, sebagai salah satu syarat Liga 1.

“Karena penyempurnaan jadwal terkait dengan aplikasi PeduliLindungi dan kami (harus) sosialisasi terkait dengan aplikasi itu. Begitupun soal kesepakatan terkait pendaftaran pemain yang harus vaksin dan pemain asing, itu kan menjadi pertimbangan yang harus kami sempurnakan,” tutur Sudjarno.***

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan