Mengenal Hidrokuinon, Zat Aktif yang Jadi Awal Kasus dr Richard Lee

ABOUTSEMARANG – Dokter dan aktivis media sosial Richard Lee resmi ditahan lagi sejak Senin (27/12) malam terkait kasus akses data secara ilegal.

Ditahannya lagi Richard Lee dijelaskan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes E Zulpan, karena kasus tersebut sudah dinyatakan P-21 (lengkap). Richard Lee selanjutnya akan ditahan sambil menunggu pelimpahan tahap II ke jaksa.

Ahli kecantikan tersebut ditetapkan sebagai tersangka kasus akses ilegal dan penghilangan barang bukti dan dijerat Pasal 30 jo. Pasal 46 UU ITE dan/atau Pasal 231 KUHP dan/atau Pasal 221 KUHP, pada Kamis (12/8).

Kasus ini berawal dari dr Richard mereview krim kecantikan Helwa di kanal Youtubenya dan menyatakan bahwa produk tersebut mengandung merkuri hidrokuinon yang sudah diperiksa oleh laboratorium.

Baca Juga : Unggahan Video YouTube Richard Lee Jadi Tanda Dirinya Ditangkap Polisi Lagi

Kartika sebagai brand ambassador produk tersebut tidak terima atas review Richard yang dianggap abal-abal. Hingga ia mengenakan Richard somasi dua kali.

Perseteruan ini terjadi karena ia juga mengungkapkan bahwa produk tersebut mengandung hidrokuinon tinggi hingga 5,7 persen. Sementara batas dari kandungan itu hanya boleh 2 persen dan perlu pengawasan dokter.

Apa itu Hidrokuinon?

Hidrokuinon merupakan zat atau bahan aktif yang sering ditemui dalam krim wajah dan digunakan untuk mencerahkan kulit. Hidrokuinon juga bisa digunakan untuk menyamarkan bintik hitam di kulit.

Penggunaan krim dengan kandungan hidrokuinon ditujukan untuk mengatasi bercak gelap akibat penumpukan melanin. Kondisi ini dikenal dengan istilah hiperpigmentasi. Hidrokuinon bisa digunakan untuk mengatasi beberapa kondisi hiperpigmentasi, di antaranya melasma, flek hitam, dan chloasma.

Hidrokuinon juga disebut sebagai pedang bermata dua. Pasalnya bahan aktif ini banyak digunakan untuk mengatasi keluhan pigmentasi pada kulit.

Namun penggunaanya harus berdasarkan resep dan diawasi dokter karena termasuk dalam obat keras.

Di Indonesia, hidrokuinon legal beredar sebagai obat keras dengan tanda logo lingkaran merah dengan huruf K.

Berapa Batas Aman Penggunaan Hidrokuinon?

Meski di Indonesia dijual secara legal dan cenderung aman untuk digunakan, hidrokuinon mungkin bisa memicu beberapa efek samping pada kulit. Penggunaan hidrokuinon bisa membuat kulit menjadi lebih sensitif terhadap paparan sinar matahari. Ada juga efek samping lain yang bisa muncul, termasuk kulit menjadi perih, memerah, kering, muncul sensasi seperti tersengat, melepuh, menghitam, dan pecah-pecah. Namun, penggunaan yang tepat dan sesuai dosis bisa membantu menurunkan risiko tersebut.

Batas aman alias dosis hidrokuinon dalam krim kecantikan adalah tidak lebih dari 2 persen. Di Indonesia, penggunaan hidrokuinon dalam kosmetik maupun produk perawatan kecantikan sudah dilarang peredarannya. Hal itu tertuang dalam peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) nomor HK.00.05.42.1018 tanggal 25 Februari 2008. Dalam surat edaran tersebut, BPOM menyatakan bahwa kosmetik yang mengandung hidrokuinon harus ditarik dari peredaran.

Ada penelitian yang menemukan bahwa kandungan hidrokuinon mungkin merusak kesehatan tubuh. Namun, dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk membuktikannya. Kendati begitu, hidrokuinon sebaiknya tidak digunakan sembarangan, sebab bisa memicu efek samping dan reaksi alergi. Reaksi alergi yang muncul di antaranya rasa gatal, bengkak, atau melepuh pada kulit yang dites, maka hentikan penggunaan krim. Penggunaan krim hidrokuinon juga bisa menimbulkan reaksi alergi berat seperti sakit kepala, ruam, gatal, bengkak pada wajah dan tenggorokan, dan sulit bernapas. Hindari pemakaian krim di area kulit sekitar mata, serta di bagian dalam hidung, mulut, kulit yang luka, kering, atau teriritasi. ***

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan