Menkes Budi Gunadi Sebut Vaksin Booster Lanjutan Berbayar di Bawah Rp200 Ribu

ABOUTSEMARANG – Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengungkap adanya wacana vaksin booster lanjutan secara berbayar. Harga yang dipatok terbilang terjangkau yakni dibawah Rp 200 ribu per dosis.

Budi mengatakan vaksin booster lanjutan yang dimaksud yakni booster yang tidak masuk program wajib pemerintah. Sehingga yang dimaksud booster berbayar adalah apabila terdapat ketentuan booster boleh lebih dari 1-2 kali dan seterusnya.

“Untuk teman teman yang tidak mampu, Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang dapat bantuan pemerintah itu mungkin kita cover. Tapi kalau untuk teman-teman wartawan [publik] yang Rp200 ribu setahun ya bantu lah,” kata Budi di Ponpes Al-Wathoniyah Pusat Putri, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, Rabu (26/10).

PT Bio Farma (Persero) yang tengah memproduksi vaksin virus corona IndoVac juga sempat menyebut akan memasang harga vaksin per dosis di bawah Rp100 ribu. Harga tersebut menurutnya ‘miring’ karena berdasarkan self-assessment vaksin IndoVac memiliki tingkat komponen dalam negeri (TKDN) hingga 80 persen.

Budi mengatakan vaksin Indovac dengan platform subunit protein yang dikembangkan oleh PT Bio Farma dan Baylor College of Medicine merupakan vaksin buatan anak bangsa.

Selain IndoVac, ada juga vaksin Inavac dengan platform inactivated virus yang dikembangkan oleh tim peneliti dari Universitas Airlangga (Unair) bekerja sama dengan PT Biotis Pharmaceutical Indonesia. Saat ini vaksin Inavac masih berproses untuk mendapatkan izin penggunaan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

“Memang diskusi kita kalau vaksin ini harganya sebenarnya murah dibawah Rp200 ribu, ini ancar-ancar kita karena kita masih negosiasi, tapi di luar negeri itu kita berikan harganya di bawah Rp200 ribu,” ujar Budi. (***)

Sharing:

BACA JUGA :   DKK Semarang Umumkan Vaksin Booster Kedua Dibuka Untuk Umum

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan