Menristek Kembangkan Teknologi untuk Atasi Limbah Medis

Semarang, Jawa Tengah,-  Semenjak pandemi covid-19 melanda Indonesia, volume penggunaan alat medis meningkat drastis.

Setiap rumah sakit, puskesmas, klinik maupun  laboratorium kesehatan tentunya memakai alat medis untuk memeriksa pasien.

Apalagi pemakaian jarum suntik yang kerap di pakai untuk vaksinasi, pengambilan darah, pemberian infus, dan anestesi.

Adanya limbah medis yang menumpuk bisa berbahaya dan beracun bagi manusia dan lingkungan. Untuk itu, perlu penanganan yang tepat agar terhindar dari risiko penyebaran penyakit berbahaya.

Kementerian Riset dan Teknologi telah berupaya mengembangkan teknologi untuk mengatasi limbah medis yang menumpuk dan mengakibatkan  pencemaran lingkungan. Selain itu, upaya ini demi mencegah terjadinya daur ulang alat medis oleh oknum tak bertanggung jawab.

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan