Merasa Dirugikan di Liga 1, Persiraja Kirim Surat Protes ke PSSI

ABOUTSEMARANG – Persiraja Banda Aceh melayangkan protes resmi kepada PSSI terkait ketidaknetralan wasit dan keputusan-keputusan kontroversial di laga Persiraja vs PSIS Semarang yang berlangsung di Stadion Kompyang Sujana, Denpasar, Bali, Rabu (12/1) malam.

Presiden Persiraja, H. Nazaruddin Dek Gam tidak menerima keputusan tersebut. Hari ini Kamis (13/1) Ia melayangkan surat protes resmi ke PSSI.

“Yang kita protes dua, yang pertama kartu merah Andika, yang kedua gol tersebut. Sama-sama duel, kok dikasih pelanggaran dan kartu merah untuk pemain kita,” kata Dek Gam kepada media di Banda Aceh.

“Jadi kita minta kepada PSSI dalam hal ini komite wasit, bukan saja mengevaluasi wasit. Tapi juga kami tidak terima dengan hasil ini, karena ini jelas golnya sudah di menit sembilan lima lebih,” tambahnya.

Baca Juga : Hadapi Putaran Kedua, PSIS Tambah Aldhila Ray Redondo sebagai Kiper

“Kita sekarang mau kirim surat protes, hari ini kita kirim, kita mau lihat apa jawaban PSSI. Apa ada evaluasi terhadap wasit, atau ada perubahan terhadap hasil pertandingan.”

“Kalau mau bunuh tim di luar pulau Jawa, bukan seperti itu cara bunuhnya. Kalau gak suka sama tim di Aceh, ya kirim surat aja biar gak usah ikut kompetisi,” tegas Anggota Komisi III DPR RI ini.

Menurut Anggota Komisi III DPR RI tersebut wasit Iwan Sukoco yang memimpin laga banyak merugikan Persiraja. Ia juga menilai wasit tidak netral.

Ketidaknetralan wasit pertandingan Liga 1 Persiraja vs PSIS Semarang, Iwan Sukoco sudah terlihat sejak awal laga di pertandingan ini. Ia memberikan kartu kuning kepada Andika Kurniawan pada menit pertama, dan selanjutnya sepanjang laga terus membiarkan pemain PSIS Semarang menghantam pemain Persiraja tanpa mengganjar kartu sekalipun.

Terlihat dari tayangan LIVE televisi, Sukoco terus meniup peluit ketika bola sedang menguntungkan Persiraja. Termasuk kala Defri Riski yang terlihat jelas terlepas dari perangkap offside menerima umpan terobosan Jabar Sharza, namun dianggap offside oleh hakim garis dan pengadil lapangan tengah malam itu.

Persiraja yang bermain 10 pemain sejak menit ke-50 masih mampu bermain imbang hingga menit ke-90 waktu normal. Namun, pada tambahan waktu, secara mengejutkan wasit menambah lima menit dengan permainan yang sejatinya berjalan normal tanpa banyak waktu normal yang terhenti.

Puncak kekecewaan pemain dan ofisial Persiraja ketika waktu sudah melewati lima menit tambahan, dan bola keluar lapangan, wasit masih menjalankan laga hingga terjadinya gol di menit ke 95,22 detik baru kemudian wasit mengakhiri pertandingan.

“Dan fatalnya lagi, wasit tidak meniup peluit panjang pada tambahan waktu di babak kedua sudah berakhir saat bola sudah mati. Malah, wasit memberikan tendangan bebas, sehingga menghasilkan gol bagi PSIS,” kata Nazaruddin Dek Gam. (atn)

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan