Motor Knalpot Brong Kembali Marak, Polres Tegal Siap Babat Habis

ABOUT SEMARANG, TEGAL – Fenomena penggunaan knalpot tidak standar atau knalpot brong serta sepeda motor tanpa plat nomor saat ini marak di sejumlah daerah di Jawa Tengah, salah satunya di Kabupaten Tegal.

Fenomena yang meresahkan masyarakat itu kembali muncul setelah polisi tidak lagi gencar melakukan razia knalpot brong, karena fokus pada pengamanan arus mudik lebaran Idul Fitri 1445 H.

Terkait hal itu, Polres Tegal saat ini melaksananan kegiatan rutin yang dioptimalkan atau KRYO. KRYO merupakan kegiatan kepolisian terkait kamtibmas. KRYO tidak saja mengejar target kuantitas namun juga kualitas.

Pernyataan itu disampaikan Kasat Lantas Polres Tegal AKP Wendi Andranu kepada aboutsemarang.id di ruang kerjanya, Selasa (07/05/24).

Wendi mengungkapkan, saat ini pihaknya sedang gencar menggelar razia pelanggaran lalu lintas khususnya terkait knalpot brong dan sepeda motor tanpa plat nomor.

Kaitannya dengan KRYO, kata Wendi, Ditlantas Polda Jateng menargetkan masing-masing Polres untuk melakukan tindakan hukum pelanggar lalu lintas. Namun, masing-masing Polres mendapat target berbeda-beda tergantung karakteristik wilayahnya.

“Kalau ditempat kami harus bisa melakukan tindakan hukum pelanggar lalu lintas sebanyak 35 per hari. Namun, mengoptimalkannya kami targetkan untuk per hari bisa di angka 50-an, kami sasar terutama di wilayah kawasan tertib lalu lintas,” terang Wendi.

Untuk wilayah-wilayah pinggiran yang jauh dari pusat kota dilaksanakan razia secara hunting. Ini dilakukan karena belum ada ETLE statis.

“Sehingga untuk mengcapture para pelanggar itu kita belum bisa banyak seperti tempat lain. Cuma kita sistem ETLE-nya hunting menggunakan ETLE Hand Held,” kata Wendi.

BACA JUGA :   Ratusan Warga Serbu Pasar Murah TPID Provinsi Jawa Tengah di Kota Tegal

Sementara itu, untuk penindakan knalpot brong, Satlantas Polres Tegal ditarget Ditlantas Polda Jateng sebanyak 10 penindakan per minggu. Namun, karena saat ini marak knalpot brong, Satlantas Polres Tegal setiap hari akan melakukan penindakan.

“Bahkan untuk selama dua minggu pelaksanaan kita sudah melakukan penindakan 125 knalpot brong,” ungkap Wendi

Wendi menambahkan, pihaknya tidak hanya fokus penindakan. Namun Satlantas Polres Tegal juga gencar melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah serta produsen knalpot brong.

“Bersama Binmas, Bhabinkamtibmas kita melakukan penyuluhan juga agar knalpot brong itu tidak kembali beredar. Sementara dari Reskrim mungkin bisa menyentuh dan pembinaan pabrikan-pabrikan knalpot brong,” ujarnya.

Wendi juga menyinggung minimnya kamera pengawas atau CCTV di wilayah Kabupaten Tegal. Saat ini CCTV yang terpasang sebagian besar milik pribadi di perumahan dan pertokoan, sementara untuk wilayah di jalan-jalan kabupaten masih kurang.

“Di beberapa akses itu minim adanya CCTV. Ini perlu ditambah untuk memudahkan dan membantu dalam penyelidikan kejadian-kejadian tindak pidana,” pungkas Wendi.***

 

Penulis: Afeld Ramadhan

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan