Nenek 73 Tahun di Kota Tegal Dimejahijaukan, Sebabnya ini

ABOUT SEMARANG, TEGAL – Pengadilan Negeri Tegal menggelar sidang kasus dugaan pemalsuan surat dengan terdakwa seorang nenek, Sarinah (73), Senin (10/6/2024). Sidang lanjutan tersebut diisi pemeriksaan saksi-saksi, yakni mantan Lurah Muarareja Supriyadi Yos, mantan Sekretaris Kelurahan Muarareja M Jaenal Aripin, dan pegawai BPN Kota Tegal Aris Wibowo, serta dua anak terdakwa, Eli Susmini dan Lediana.

Dalam persidangan Majelis Hakim Indah Novi Susanti dan anggota Sami Anggraeni serta Dian Sari Oktariana mencecar pertanyaan-pertanyaan kepada para saksi.

Begitu juga yang dilakukan Jaksa Penuntut Umum yang hadir dalam persidangan yakni Nur Wahyu Bintari, Teguh Sutadi, dan Reza Fikri Muhammad.

Sidang diawali pengambilan sumpah para saksi. Kemudian dilanjutkan pemeriksaan saksi M Jaenal Aripin dan Supriyadi Yos.

Dalam kesaksiannya Jaenal Arifin menyampaikan kepada Majelis Hakim dan Jaksa Penuntut, saksi Ruqoyah pada bulan Oktober 2022 mendatangi kantor kelurahan Muarareja, menyampaikan pernah membeli tanah di wilayah Kelurahan Muarareja.

Jaenal langsung mengecek di dokumen kelurahan buku leter C dan ditemukan hanya tertulis keterangan dibeli oleh Ruqoyah. Memang ada tiga leter C yang saat itu dibeli.

“Tiga hari setelah kedatangan saksi Hajah Ruqoyah, saya sempat ke rumah pemilik tanah, Haji Mudli. Haji Mudli hanya bilang tanahnya sudah dijual, tapi tidak bilang siapa yang beli,” tutur Jaenal.

Kejadian jual beli tanah tersebut berlangsung pada tahun 1993 sil, sehingga baik Supriyadi Yos maupun Jaenal dalam sidang tersebut banyak mengungkapkan ketidaktahuannya.

Sementara, Eli Susmini dan Lediana dalam kesaksiannya mengatakan tidak pernah tanda tangan dalam permohonan pembuatan sertifikat tanah tersebut.

BACA JUGA :   Info Loker! PT Sinar Sosro (a REKSO Company) Buka Lowongan Kerja Terbaru Juni 2022, Penempatan Tegal

“Saya tidak pernah tanda tangan blangko permohonan sertifikat, tau-tau sertifikat sudah jadi atas nama saya,” kata Eli Susmini dan Lediana menjawab pertanyaan Majelis Hakim.

Eli Susmini dan Lediana mengungkapkan, ibunya Hj Sarinah pernah memberikan uang Rp 5 juta kepada (alm) Dasio pegawai BPN Kota Tegal untuk dibuatkan sertifikat.

“Ibu memang sering meminta bantuan Dasio untuk membuatkan sertifikat tanah dan selama ini tidak ada masalah,” kata kedua saksi kakak adik tersebut.

Pengacara terdakwa Edy Utama, kepada wartawan mengatakan, Ia menyerahkan kepada hakim yang menilai dari keterangan para saksi yang telah menyampaikan kesaksiannya. Bahwa, pada dasarnya tidak ada kesalahan pada kliennya.

“Kita lihat saja nanti apa akhirnya, tapi pada dasarnya tidak ada kesalahan pada klien saya, ” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, JPU mendakwa Sarinah melakukan pemalsuan surat untuk pengurusan sertifikat tanah. Sebagaimana diatur dalam Pasal 263 ayat (1) KUHP dan pasal 263 ayat (2) KUHP.

Kasus itu sendiri bermula pada tahun 1993, di mana terdakwa Sarinah memberitahukan kepada pelapor Ruqoyah jika ada tanah seluas 13.570 meter persegi di Kelurahan Muarareja yang akan dijual. Tanah tersebut adalah milik Mudli yang dijual dengan harga Rp125 juta.***

Penulis: Afeld Ramadhan

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan