Pasca Kejadian Pengeroyokan Wasit di Laga Tarkam di Semarang, Sejumlah Pemain Dilaporkan

ABOUT SEMARANG – Pasca kejadian pengeroyokan dua orang wasit dalam laga tarkam Piala Bupati Semarang, diketahui ada sejumlah pemain kesebelasan Putra Bakti dilaporkan ke polisi.

Adapun hingga kini, diketahui setidaknya ada lebih dari 10 orang yang dilaporkan terkait kasus tersebut.

Untuk laporan terkait kejadian itu, diketahui dilakukan terpisah antara wasit Hadi Suroso dan wasit Ridwan Prayitno.

Dalam kasus pengeroyokan itu kepada wasit Hadi Suroso, ada sebanyak 3 orang yang dilaporkan, sedangkan dalam kasus pengeroyokan Ridwan Prayitno ada 10 orang yang dilaporkan.

“Mungkin nanti lebih karena dari unsur suporter kan kami belum mempunyai nama-namanya tapi kami berusaha mencari siapa yang ikut melakukan perbuatan karena itu kan juga ada dari suporter kan,” ujar pengacara korban, Handrianus Handyar, Kamis (6/6/2024).

Selain itu, pihaknya masih mengidentifikasi nama-nama lain yang diduga terlibat dalam pengeroyokan.

Dia berharap semua yang terlibat bisa mendapat hukuman.

“Sementara memang seperti itu (10 orang) nanti yang lain pengembangan, nanti yang mengembangkan dari penyidik sendiri yang jelas kami tidak akan diam jika hanya tiga orang tok khususnya yang Mas Ridwan karena itu banyak sekali dan kami ingin semua pelaku yang ada di video itu dihukum,” jelasnya.

Dia turut mengonfirmasi beberapa nama yang dilaporkan yakni Bayu Pradana, Komarudin, Ilham Mahendra, Hery Susanto, Wahyu Wijiastanto, Heru Setyawan, Khrisna Sulistya dan Rizky Wahyudi.

Dari delapan nama itu, tujuh di antaranya adalah para pemain kesebelasan Putra Bakti yang saat itu bertanding.

“Wahyu Wijiastanto penonton,” ujarnya.

BACA JUGA :   Sejumlah 2.543 Personel Polrestabes Semarang Dikerahkan di Kampanye Terbuka Simpang Lima

Seperti diketahui, peristiwa tersebut terjadi saat final Piala Bupati Semarang antara kesebalasan Putra Bakti FC Patemon melawan Ar Raffi Ampel Boyolali di Lapangan Pule Bener, Tengaran, Minggu (2/6).

Sementara untuk saat ini kasus tersebut ditangani oleh Satreskrim Polres Semarang.

“Saat ini pengaduan sudah diterima pihak Polsek Tengaran, dan atas petunjuk Bapak Kapolres Semarang aduan tersebut telah diambil alih pihak Satreskrim Polres Semarang,” ujarnya, Selasa (4/6).***

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan