Pastikan Tidak Ada Kenaikan Harga Pangan, Mbak Ita Kunjungi beberapa Pasar Tradisional

ABOUTSEMARANG – Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, memeriksa harga berbagai komoditas di pasar tradisional sebagai langkah untuk menghadapi potensi kenaikan harga, terutama pada sayuran.

Biasanya, Mbak Ita, nama panggilannya, melakukan inspeksi di pasar-pasar pusat kota.

Namun, kali ini dia mengunjungi dan berinteraksi dengan pedagang di Pasar Kapling, Sendangguwo, di Kecamatan Tembalang, Kota Semarang.

“Di Kota Semarang kemarin ada kenaikan harga tomat dari harga Rp 18-20 ribu/kg menjadi Rp 25 ribu/kg. Hari ini saya cek di pasar Kapling. Karena biasanya yang kami cek pasar di tengah kota seperti Karangayu, Peterongan, Pasar Bulu dan Johar. Kini kita menengok dan meninjau kegiatan yang ada di Pasar Kapling,” kata Mbak Ita.

Dalam kunjungan tersebut, Mbak Ita berinteraksi dengan pedagang sambil memperoleh tomat dan berbagai jenis sayuran.

Setelah berbelanja, Mbak Ita membagikan belanjaannya kepada warga sekitar Pasar Kapling.

“Tadi saya beli tomat dan sayuran. Alhamdulillah sekarang sudah turun semua. Jadi harga tomat hijau tadi saya beli Rp 18 ribu/kg, tomat buah yang besar sudah turun jadi Rp 23 ribu/kg,” sebutnya.

Mbak Ita mengatakan bahwa lonjakan harga saat ini disebabkan oleh distribusi atau pasokan tomat dan sayuran dari Bandungan dan Magelang.

“Mungkin di sana panen berkurang. Bahkan ada gagal panen juga. Setelah saya cek di Pasar Kapling ini Alhamdulillah relatif harga-harga sudah turun termasuk cabai. Hanya cabai keriting yang agak mahal sedikit, tapi cabai hijau, cabai setan sudah turun,” katanya.

Mbak Ita mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai langkah untuk mengatasi lonjakan harga komoditi yang baru-baru ini muncul.

BACA JUGA :   Terendah se-Jateng, Laju Inflasi Kota Semarang Terkendali Dibawah 5 Persen

“Dari dulu kami selalu mengajak ibu-ibu rumah tangga, kelompok tani dan masyarakat menanam tiga komoditi penyumbang inflasi seperti menanam cabai, tomat, bawang,” ujarnya.

Menurut Mbak Ita, beberapa orang di masyarakat sudah mulai menanam sendiri dan banyak di antaranya yang tidak merasakan peningkatan harga karena mereka sudah memanen sendiri.

“Menanam mudah kok. Satu atau dua pohon cabai sudah bisa dipanen berkali-kali. Kalau rumah tangga kan kebutuhan gak banyak kecuali kalau untuk usaha,” bebernya.

Selain itu, menurut Mbak Ita, dia juga berusaha mengurangi harga melalui intervensi operasi pasar.

“Alhamdulillah sudah turun lagi (harga-red) sudah stabil. Saya imbau masyarakat jangan panik karena suplai masih tersedia,” jelasnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto mengatakan, sidak kali ini merupakan kepedulian Wali Kota Semarang kepada masyarakat.

“Kalau ada kenaikan harga, Bu Ita langsung kontak ke kita. Saat beras naik, Bu Ita turun sehingga ada kerja sama pemerintah kota dengan Bank Indonesia melaunching Kios Pandawa,” ujarnya.

Selanjutnya, kata Fajar, saat ada kenaikan cabai, langsung dilakukan tinjauan dan operasi pasar serta dimasifkan program Pak Rahman.

“Kemarin ada kenaikan tomat, hari ini Bu Ita mengecek Pasar Kapling. Saya minta warga Kota Semarang jangan panik. Kalau ada kenaikan langsung menginformasikan ke Dinas Perdagangan, sehingga kami bisa mengambil tindakan,” imbuhnya.

Terlebih, di Dinas Perdagangan juga terus melakukan update harga, hampir di semua pasar tradisional di Kota Semarang.***

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan