Pemancing yang Tenggelam di Tambak Tugurejo Semarang Ditemukan Meninggal Dunia

ABOUTSEMARANG – Seorang pemancing yang tenggelam di Tambak Tugurejo, Kecamatan Tugu Kota Semarang ditemukan meninggal dunia, Kamis (22/12).

Korban bernama Aqsol Jilham Nur Muhammad (22) ditemukan setelah sebelumnya sempat hilang usai perahu yang ditumpangi bersama temannya yakni Joko Siswono warga Manyaran itu terbalik ketika hendak pulang setelah memancing pada Rabu (21/12) dini hari.

Korban ditemukan oleh warga di perairan yang dirimbuni magrove dengan posisi tubuh telungkup. Para warga setempat itu lantas segera melaporkannya ke pihak terkait.

Tim Relawan gabungan yang mendapatkan laporan tersebut kemudian segera mengevakuasi jasad Aqsol Jilham Nur Muhammad (22), Kamis (22/12) pagi sekira pukul 06.30 WIB.

“Korban ditemukan nelayan tambak Tugurejo namanya pak Yono sama pak Agus, pukul 05.00 pagi kemudian saya dikabari lalu menuju ke lokasi kejadian,” ujar Babinsa Tugurejo Serka Yohanes Pisces Eriawan kepada Tribun.

Menurutnya, korban ditemukan tak jauh dari lokasi tenggelam.

Korban saat hendak dievakuasi tubuh tengkurap dengan mengenakan kaos warna abu-abu dan celana pendek hitam.

“Tadi evakuasi bareng tim Basarnas pukul 06.00 wib,” jelasnya.

Korban yang merupakan warga Jalan Tugurejo RT 3 RW 01 Kecamatan Tugu Kota Semarang, jasadnya kemudian diserahkan ke pihak keluarga.

“Korban berhasil ditemukan dalam posisi mengambang jarak dari tempat kejadian kurang lebih 20 meter arah utara dalam keadaan meninggal dunia,” ungkap Kepala Kantor SAR Semarang, Heru Suhartanto.

Sebelumnya, kejadian bermula ketika kedua korban tersebut datang ke lokasi kejadian pada Selasa (20/12) pukul 22.00 WIB untuk memancing. Kedua korban ketika memancing menggunakan perahu dayung yang disewa dari orang lain.

BACA JUGA :   Truk Terguling di Ngaliyan Semarang, Proses Evakuasi Sebabkan Kemacetan

Kemudian, menjelang subuh atau Rabu (21/12) sekira pukul 04.30 WIB, ada arus deras dan menerjang perahu yang ditumpangi kedua korban. Akibat arus itu, kemudian mereka tidak bisa mengendalikan perahu tersebut hingga terbalik.

“Mereka langsung menyelamatkan diri masing-masing. Lalu, mungkin saya tidak tahu kejadian persisnya seperti apa, tapi yang satu ini (korban hilang) mungkin tidak bisa berenang,” ujar Lurah Tugurejo Munjaenah di lokasi kejadian.

Sementara itu, korban Joko mengaku, ketika perahu terbalik, dia dan temannya langsung memegang perahu. Pada saat perahu terbalik ini kemudian menyelamatkan diri masing-masing.

“Perahunya setahu saya nyewa soalnya saya tinggal berangkat aja. Lokasinya itu deket tambak Kelurahan,” imbuhnya.

Diketahui saat kejadian air laut sedang pasang , kedalaman alur pantai Tugurejo sekitar 5 meter lebar mencapai 15 meter. (***)

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan