Pembangunan Tol Yogyakarta-Bawen Dikebut Rampung 2024, Proses Pembebasan Lahan Masih Dilakukan

ABOUTSEMARANG – Target rampung tahun 2024, pekerjaan konstruksi jalan tol Yogyakarta-Bawen seksi 1 atau ruas Yogyakarta-Banyurejo dikebut.

Selain itu, proses pembebasan lahan juga terus dilakukan bersamaan dengan pengerjaan konstruksinya.

Sementara itu, ruas tol Yogyakarta-Bawen ini dirancang melintasi tiga kapanewon di Kabupaten Sleman, DIY, yaitu Kapanewon Mlati di Kalurahan Tirtoadi, Kapanewon Seyegan yang meliputi Kalurahan Margomulyo, Margodadi, Margokaton, dan Kapanewon Tempel yang meliputi Kalurahan Tambakrejo, Sumberrejo dan Banyurejo.

Selain melintasi sebagian tanah warga, proyek strategis nasional ini juga melewati sejumlah lahan fasilitas umum hingga tanah wakaf.

“Di Tirtoadi terdapat bangunan tempat wudu dan gudang masjid Nurul Huda dan bangunan Mushola Al Baroqah. Di Margokaton berupa area sawah atau tegalan dan Musholla Al Ikhlas,” kata Direktur Utama PT Jasamarga Jogja Bawen (JJB), AJ Dwi Winarsa dalam keterangannya, Senin, 31 Oktober 2022.

Dwi menjelaskan, tol juga melintasi bangunan SMK 17 Seyegan di Margodadi yang menempati tanah kas desa, yang saat ini masih dalam proses pembebasan tanah.

“Termasuk bangunan SDN 01 Banyurejo, termasuk gedung perpustakaan, sedang diupayakan dihindari dengan mengupayakan rekayasa teknik dalam proses konstruksi,” jelas Dwi.

Dwi mengatakan, setiap tahapan pekerjaan konstruksi didorong untuk mengedepankan kebersihan dan meminimalisir dampak terhadap lingkungan sekitar.

“Progres konstruksi mencapai 8,6 persen. Sekarang dikerjakan borepile dan box underpass yang titik-titiknya di Mlati, Seyegan, Tempel,” jelasnya.

Pihaknya bersama tim pengadaan tanah juga mendorong penyelesaian pembebasan lahan jalan tol sepanjang sekitar 8,25 km ini. Dari total lahan yang dibutuhkan seluas 714.278 m2 di wilayah DIY, 64,97 persennya telah dibebaskan .

BACA JUGA :   Siap-siap! Libur Nataru, Kemenhub Terapakan Sistem Ganjil Genap di Sejumlah Tol Trans Jawa

“Bidang tanah telah bebas mencapai 81,38 persen dari total 1.498 bidang, di antaranya tanah kas desa 41 bidang seluas 70.854 meter persegi, masih menunggu izin Gubernur,” ungkapnya.

Terkait rencana penambahan lahan, Staf Pelaksana Lapangan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pengadaan lahan Tol Jogja-Bawen Seksi 1, Ivan Anggriawan mengatakan konsultasi publik dilaksanakan pada 18-27 Oktober 2022. Seluruh pemilik lahan disebut bersepakat.

“Pembebasan lahan kita targetkan selesai awal semester dua tahun 2023 dengan estimasi penetapan lokasi Gubernur terbit tahun ini, estimasi awal disediakan anggaran Rp 400 miliar,” kata Ivan.

Sedangkan total estimasi kebutuhan lahan tambahan sebanyak 617 bidang atau seluas 160.153 meter persegi. Yaitu di Tirtoadi Mlati sebanyak 42 bidang seluas 5.717 meter persegi, 19 bidang seluas 4.600 meter persegi di Margomulyo Sayegan, dan 88 bidang seluas 22.576 meter persegi di Margodadi Sayegan.

“Di Margokaton Sayegan ada 216 bidang seluas 64.287 meter persegi. Banyurejo Tempel 145 bidang, seluas 31.561 meter. Di Sumberejo Tempel membutuhkan 8 bidang,kurang lebih 2.016 meter persegi. Tambakrejo Tempel butuh 99 bidang, kurang lebih 29.396 meter persegi,” ucapnya.***

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan