Pemberlakuan PPKM Level 4, Bandara Ahmad Yani Tidak Ubah Aturan Perjalanan

ABOUTSEMARANG – Selama masa PPKM level 4 di Kota Semarang hingga tanggal 25 Juni 2021, Bandara Ahmad Yani Semarang tidak mengubah aturan perjalanan seperti saat pemberlakuan PPKM Darurat tanggal 5-20 Juli 2021.

GM PT Angkasa Pura I Kantor Cabang Bandara Ahmad Yani Semarang, Hardi Ariyanto menjelaskan pemberlakukan PPKM Level 4 yang berlanjut hingga tanggal 25 Juli 2021, tidak mengubah aturan bagi calon penumpang pesawat.

Bahkan pengelola Bandara Ahmad Yani menambahkan beberapa syarat untuk melakukan perjalanan udara bagi pelaku perjalanan dari dan ke Pulau Jawa dan Bali.

Persyaratan wajib untuk melakukan perjalanan udara yakni menunjukkan kartu vaksin pertama dan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR maksimal 2×24 jam.

Langkah ini dilanjutkan sesuai dengan Surat Edaran Kementerian Perhubungan No.53 Tahun 2021 dengan tetap memberlakukan persyaratan yang sudah berlaku sebelumnya dan pada masa ini ditambah juga dengan syarat sebagai berikut:

1. Pelaku perjalanan Orang/Penumpang dengan keperluan aktivitas bekerja di sektor esensial dan kritikal dengan menunjukkan Surat Tanda Registrasi Pekerja (STRP) atau Surat Keterangan Lainnya yang dikeluarkan oleh Pemerintah Daerah setempat atau Surat Perintah Tugas dari Pimpinan Instansi setingkat Eselon II;
2. Pelaku perjalanan Orang/Penumpang dengan keperluan mendesak, yaitu: pasien dengan kondisi sakit keras, ibu hamil yang didampingi oleh 1 (satu) orang anggota keluarga, kepentingan persalinan yang didampingi maksimal 2 (dua) orang, dan pengantar jenazah non COVID-19 dengan jumlah maksimal 5 (lima) orang dengan menunjukkan surat keterangan perjalanan antara lain surat rujukan dari Rumah Sakit, surat pengantar dari perangkat daerah setempat, Surat Keterangan Kematian atau surat keterangan lainnya.

“Selama masa PPKM Darurat Bandara Ahmad Yani Semarang tetap beroperasi dan melayani para penumpang yang hendak melakukan perjalanan dengan melampirkan dokumen persyaratan perjalanan sesuai dengan aturan yang berlaku. Kami juga mengimbau kepada masyarakat, jika memang terpaksa harus melaksanakan perjalanan pada saat ini diwajibkan mematuhi dan mempersiapkan persyaratan yang berlaku dan tetap melaksanakan protokol kesehatan sehingga kita bisa bersama-sama melindungi diri sendiri dan juga orang lain disekitar kita,” ujar Hardi dalam keterangan resminya, Kamis (22/7).

Sementara itu, penerapan PPKM Darurat pada 5-20 Juli 2021 berhasil menurunkan pergerakan masyarakat dari satu daerah ke daerah lainnya. Penurunan ini terlihat dari jumlah penumpang pesawat dan pergerakan pesawat yang dibandingkan dengan periode yang sama pada bulan Juni 2021.

Pada tanggal 5-20 Juni 2021 jumlah penumpang sebanyak 61.399 orang, terdiri dari penumpang datang sebanyak 27.781 orang dan penumpang berangkat sebanyak 33.618 orang, dengan total jumlah pergerakan pesawat sebanyak 661.

Sedangkan pada masa PPKM Darurat 5-20 Juli 2021 jumlah penumpang sebanyak 6.437 orang, terdiri dari penumpang datang sebanyak 2.605 orang dan penumpang berangkat sebanyak 3.806 orang, untuk total jumlah pergerakan pesawat sebanyak 168. Sehingga secara prosentase terjadi penurunan penumpang sebanyak 89,5%.

“Dengan adanya penurunan pergerakan pesawat dan penumpang ini menandakan adanya kesadaran masyarakat untuk menunda perjalanan sebagai bentuk dukungan terhadap keberhasilan penerapan kebijakan PPKM,” tutup Hardi. (ard/rls)

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan