Pembobolan Dua Sekolah Negeri di Ungaran Semarang Tengah Diselidiki

ABOUTSEMARANG – Kasus pembobolan pada dua sekolah negeri yang terjadi di Ungaran Kabupaten Semarang pada Selasa dini hari, 7 November 2022 tengah diselidiki oleh pihak kepolisian. Diketahui kejadian pembobolan tersebut terjadi dalam satu malam.

Berdasarkan keterangan Polres Semarang, pelaku berhasil membobol dua sekolah dalam satu malam yaitu SDN Lerep 01 dan SMPN 6 Ungaran.

Kapolres Semarang AKBP Yovan Fatika mengakui adanya kejadian yang saat ini sudah di dalami oleh Sat Reskrim Polres Semarang.

“Betul untuk kejadian terjadi pada selasa dini hari dan untuk hari ini (Rabu 9/11/2022) saksi dari pihak sekolahan, baik dari SDN Lerep 01 maupun SMPN 6 Ungaran masih kami mintai keterangan di Polres,” katanya.

Lebih lanjut AKBP Yovan didampingi Kasat Reskrim AKP Kresnawan Hussein menjelaskan bahwa kejadian diperkirakan pertama kali terjadi di SMPN 6 Ungaran selanjutnya pelaku menyasar SDN Lerep 01.

Adapun pembobolan pada SMPN 6 Ungaran, kata Kapolres, pertama diketahui oleh penjaga sekolah bernama Supriyadi (50) saat melakukan pengecekan lingkungan sekolahan Senin malam pukul 23.30 WIB. Mendapati ruangan TIK sudah berantakan dan peralatan Komputer sudah dikumpulkan menjadi 1, selanjutnya menghubungi Didik (37) selaku pegawai Sarana Prasarana. Selanjutnya melakukan pengecekan bersama sama diketahui 1 unit laptop raib dibawa pelaku.

Sementara itu, untuk pembobolan di SDN Lerep 01 diketahui oleh penjaga sekolah bernama Agung (32) sekitar pukul 01.00 WIB Selasa dini hari, pada saat kontrol sekolahan mendapati ruang guru dan ruang komputer dalam keadaan pintu terbuka dan melaporkan kepada guru dan bhabinkamtibmas Lerep. Setelah dilakukan pengecekan diketahui 15 laptop raib dibawa pelaku.

BACA JUGA :   Detik-detik Kecelakaan Kereta Api Wisata dan Minibus di Ambarawa

“Dikarenakan lokasi antara SDN Lerep 01 dan SMPN 6 Ungaran berada di satu wilayah di Dusun Lerep, dimungkinkan pelaku sudah merencanakan untuk membobol kedua sekolahan tersebut dalam waktu 1 malam. Dan dari kedua sekolahan ini, pelaku berhasil membawa total 16 laptop dengan cara merusak gembok tralis besi serta mencongkel pintu ruang komputer maupun ruang guru,” terang Kapolres.

Untuk saat ini Polres Semarang sedang melakukan peyelidikan atas kejadian yang menimpa dua sekolah negeri ini, baik dengan memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan barang bukti di lokasi kejadian.***

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan