Pembukaan Mall di Kota Semarang, Wali Kota Hendi Harap Jangan Ada Kerumuman

ABOUTSEMARANG – Seiring penurunan level PPKM Kota Semarang dari level 4 menjadi level 3, pembukaan mall-mall di Kota Semarang mulai dilakukan.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi berharap dengan mulai beroperasinya mall-mall memberi dampak terhadap kebangkitan perekonomian, khususnya di Kota Semarang.

“Harapannya memberi dampak positif terhadap kebangkitan perekonomian, tanpa kemudian menimbulkan klaster penularan Covid-19,” ujar Wali Kota Hendi sapaan akrabnya dikutip dari Suara Merdeka, Jumat (27/8).

Selain meninjau jalannya program vaksinasi yang dilangsungkan di beberapa mall, Hendi juga memantau pemberlakuan protokol kesehatan setelah mall-mall diperbolehkan beroperasi kembali, salah satunya di Queen City Mall.

“Jangan sampai ada kerumunan yang menimbulkan klaster penularan baru,” tegas Hendi.

Dia mengatakan, secara umum pengelola mall-mall di Kota Semarang sudah tertib dalam melaksanakan ketentuan-ketentuan itu.

BACA JUGA: Serahkan 400 Tabung Oksigen Bantuan Kadin, Wali Kota Hendi Sebut Ketersediaan Oksigen Terjaga

Sudah sesuai instruksi Mendagri, Kementerian Perdagangan, dan instruksi Wali kota Semarang, khususnya terkait aturan-aturan yang berkaitan dengan pengelolaan pusat perbelanjaan saat pandemi Covid- 19.

Hendi menerangkan, sebelum diizinkan buka, pengelola mall sudah melakukan uji coba dan hasilnya lancar.

“Ada enam mall di Kota Semarang yang menjalani uji coba. Total 138 pusat perbelanjaan di Kota Semarang, Jakarta, Bandung, dan Surabaya. Untuk di Kota Semarang hasil uji coba lancar, semua mall sudah ada barcode untuk pengunjung yang akan masuk,” lanjut Hendi.

Barcode yang dimaksud terdapat di aplikasi peduli lindungi yang wajib diinstal di HP pengunjung. Dari barcode tersebut dapat dipantau jumlah pengunjung di mall sehingga tidak melebihi kapasitas.

“Di pintu masuk semua mall sudah disediakan scan barcode yang terkoneksi dengan aplikasi peduli lindungi. Dengan demikian, pengunjung termonitor hanya yang sudah vaksin dan jumlah pengunjung juga termonitor tidak akan melebihi ketentuan,” terangnya.

Hendi mengharapkan masyarakat dapat memahami bahwa prosedur untuk masuk mall memang ada ketentuan yang harus dipenuhi.

Untuk itu, bagi pengelola dan pekerja mall di Kota Semarang beberapa waktu telah dilaksanakan vaksinasi massal hasil kerja sama Polrestabes dan Pemkot Semarang.***

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan