Pemerintah Izinkan WNI Berangkat Haji dari Luar Negeri, Ini Syaratnya

ABOUTSEMARANG – Pemerintah mempersyaratkan beberapa hal bagi WNI yang ingin berangkat haji dari luar negeri.

Konsul Jenderal Republik Indonesia di Jeddah, Eko Hartono, mengungkapkan syarat WNI yang ingin berangkat ibadah haji dari luar negeri.

“WNI bisa daftar haji ke sistem e-hajj dengan menggunakan kuota negara setempat. Nanti di sini [sistem] juga masuk ke kelompok kawasan dia daftar,” kata Eko, Kamis, 9 Juni 2022.

Adapun untuk persyaratan WNI yang ingin berangkat haji dari luar negeri, pertama terkait biaya yang harus dikeluarkan.

Eko mengungkapkan untuk biaya yang harus dikeluarkan WNI untuk bisa berangkat haji dari luar negeri sendiri berkisar antara 9.000-14.000 riyal atau sekitar Rp 34-54 juta.

“[Biaya itu] untuk 5 hari di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Di luar kelima hari itu, ya tanggung sendiri, termasuk tiket, visa, hotel, dan yang lain,” ujarnya.

Sementara itu, terkait kuota haji yang diberikan, tahun ini Arab Saudi membatasi kuota haji untuk Indonesia hanya sebanyak 100.051 peserta.

Diketahui adanya pembatasan kuota haji tersebut sering memicu polemic karena banyak masyarakat Indonesia yang ingin melaksanakan ibadah haji mengingat mayoritas penduduk Indonesia adalah Muslim.

Eko mengakui kuota di sejumlah negara memang kerap kali tersisa setiap tahunnya. Dengan demikian, WNI yang berada di negara itu bisa mendaftar berangkat haji.

Namun, Eko tidak bisa memberikan rincian lebih lanjut soal pemantauan WNI yang melaksanakan haji dari negara selain Indonesia.

“Kita sulit untuk bisa memantau karena mereka langsung daftar sendiri-sendiri,” ungkap Eko.***

Sharing:

BACA JUGA :   Simak! Cara, Syarat dan Kriteria Dapat Bansos Subsidi BBM Rp 600.000

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan