Pemerintah Terapkan PPKM Level 3 Jabodetabek, DIY, Bali, dan Bandung Raya

ABOUTSEMARANG – Anjuran pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan menetapkan sejumlah daerah berstatus level 3 dalam perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) pada Senin (7/2).

Daerah aglomerasi tersebut yakni Jabodetabek, DIY, Bali, dan Bandung Raya yang akan diterapkan PPKM Level 3.

Dalam konferensi pers evaluasi PPKM yang digelar secara daring, Luhut mengatakan pemberlakuan PPKM di daerah tersebut bukan karena tingginya kasus Covid-19 melainkan rendahnya tracing Covid-19.

“Berdasarkan level asesmen, aglomerasi Jabodetabek, DIY, Bali, dan Bandung Raya akan ke level 3,” ujar Luhut dalam konferensi pers evaluasi PPKM yang digelar secara daring pada Senin (7/2).

Baca Juga : Cermati! Ciri-ciri Gejala Covid-19 Varian Omicron dari Ringan Hingga Parah

“Bukan karena tingginya kasus, tapi karena rendahnya tracing,” lanjutnya.

Adapun untuk Bali, Luhut mengungkapkan, pergeseran menuju PPKM level 3 karena kondisi rawat inap di rumah sakit yang meningkat.

Luhut menuturkan, keterangan lengkap memgenai level PPKM akan diatur dalam Instruksi Mendagri (Inmendagri) yang akan terbit hari ini.

“Kebijakan dalam pelaksanaan PPKM tetap sesuai asesmen seperti minggu lalu dengan memberi bobot lebih besar terhadap rawat inap RS,” tambah Luhut.

Menko Marves, Luhut Binsar Pandjaitan juga mengatakan dengan adanya kenaikan menjadi PPKM level 3 tersebut, maka dilakukan beberapa penyesuaian untuk lokasi usaha, tempat hiburan hingga makan.

Dalam kesempatan itu, Luhut memerintahkan peningkatan kewaspadaan terhadap lonjakan varian Omicron yang menyumbang kenaikan kasus covid dalam beberapa waktu terakhir. Di antaranya peningkatan faskes hingga konversi bed untuk pasien covid.

BACA JUGA :   Kasus Covid-19 Justru Tinggi saat PPKM

Luhut mengatakan, kebijakan PPKM yang pemerintah ambil tetap mengikuti level asesmen yang telah disesuaikan, berdasarkan cakupan kapasitas rawat inap.

“Berdasarkan data yang kami kumpulkan berbagai sumber, bahwa omicron ini menyebabkan penularan jauh lebih cepat, melampaui penularan varian delta. Luhut mengklaim pemerintah terus memperbarui data dan meminta masukan dari berbagai ahli dalam bidangnya.

“Serta analisis perkembangan di seluruh negara sehingga menjadi penanganan pemerintah terhadap Omicron secara holistik,” tegas Luhut.

(atn)

Baca Juga : YG Entertainment Umumkan BIGBANG Comeback dan T.O.P Hengkang dari Agensi Setelah 16 Tahun

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan