Pemprov Jateng Izinkan Sekolah Pembelajaran Tatap Muka Mulai Senin, Ini Aturan Mainnya?

ABOUTSEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan mengizinkan sekolah melakukan pembelajaran tatap muka (PTM) pada tanggal 30 Agustus 2021.

Sekertaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah Suyanta mengatakan, pemberian izin tersebut berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri), ditindaklanjuti dengan Instruksi Gubernur Jawa Tengah No 10/2021 bahwa daerah yang masuk level 3, 2, dan 1 boleh menggelar pembelajaran tatap muka.

“Gubernur telah membuat surat edaran yang menyatakan bahwa kalau suatu daerah kabupaten/kota yang masuk dalam level 4 maka pembelajaran tetap daring. Dan level 3 dalam aglomerasi level 4 maka daerah itu tetap masih daring. Untuk daerah kabupaten/kota yang level 2 dan level 3 itu dipersilakan untuk melaksanakan PTM terbatas. Ini (ada) katakata terbatas,” kata Suyanta dikutip Suara Merdeka, Jumat (27/8).

Meski begitu, tidak serta-merta semua sekolah langsung melakukan PTM terbatas. Tahapan pertama yang harus dilakukan sebelum melakukan PTM terbatas yaitu sekolah harus pernah melakukan uji coba PTM dulu.

“Jadi, sekolah yang belum pernah melakukan uji coba PTM atau simulasi PTM, harus menjalankan simulasi PTM dulu antara satu hingga dua minggu. Kalau berhasil baik, sekolah bisa lakukan PTM terbatas. Itu kata kuncinya,” tegasnya.

BACA JUGA: Pembelajaran Tatap Muka di Kota Semarang Akan Digelar 30 Agustus 2021

Untuk sekolah yang akan melakukan uji coba PTM, ada sejumlah persyaratan yang harus dilalui. Seperti harus punya kesiapan, serta menjalankan panduan pembelajaran yang telah diterbitkan Dinas Pendidikan. Tahapan kedua yang harus dilalui, lanjut Suyanta, adanya kesiapan sarana prasarana.

Sedangkan tahap ketiga yang harus dilalui yaitu sekolah mendapatkan izin dari orang tua, dari gugus tugas kabupaten/kota, dan dapat izin dari pemangku wilayah yaitu bupati/wali kota, atau gubernur untuk jenjang SMA/SMK.

Dia melanjutkan, agar sekolah bisa melakukan uji coba PTM, juga harus ada rekomendasi dinas pendidikan kabupaten/kota, dan verifikasi cabang dinas pendidikan.

“Sekolah yang sudah siap nanti harus mendapatkan izin dulu. Itulah pentingnya. Ini diatur, dikendalikan dalam rangka pengendalian Covid-19. Jangan sampai, PTM terbatas ini menjadi klaster baru. Maka dinas lain termasuk dinas pendikan harus patuh kepada pengendali, gugus tugas Covid-19 setempat,” tuturnya.

Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah membatasi peserta 30 persen. Tujuannya supaya memunculkan rasa kehati-hatian. PTM terbatas juga memberlakukan durasi waktu yang terbatas.

Uji coba PTM disebutkan maksimum berjalan 2 jam. Kemudian, PTM terbatas 3 jam maksimum serta berjalan tanpa istirahat. Pihaknya telah membuat pedoman PTM seperti meliputi jumlah siswa yang masuk secara total maksimum 30 persen.

Selain itu, dalam satu ruang kelas diatur jaraknya minimal 1,5 meter. Siswa masuk dengan tertib sesuai protokol kesehatan (prokes), masuk sesuai prokes, langsung pulang, tidak ada kegiatan ekstra, serta tidak ada istirahat.

Suyanta juga menambahkan, bagi sekolah yang sudah pernah melakukan uji coba PTM maka pada Senin (30/8) bisa melakukan PTM terbatas.

”Apakah besok Senin itu semua sekolah yang di (daerah) level 2 dan 3 bisa uji coba, belum. Verifikasi dulu. Mendapat izin dulu dari gugus tugas, mendapat izin dari pemangku wilayah,” ujarnya.

Dia menerangkan, bahwa daerah level 2, atau level 1 atau level 3 maka bisa melakukan PTM. Namun bila di minggu berikutnya levelnya naik 4, maka sekolah harus tutup lagi atau tidak bisa meneruskan PTM.

Sebelumnya, merujuk data dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan Riset dan Teknologi, tercatat ada 12 daerah yang masih melarang terselenggaranya pembelajaran tatap muka (PTM), termasuk Jateng. Dari 12 daerah yang melarang sekolah tatap muka tersebut, mayoritas berada di Pulau Sumatera.***

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan