Pengisian Tabung Oksigen Gratis Disambut Antusias, Hendi: Oksigen Sempat Langka dan Mahal

ABOUTSEMARANG – Pengisian sebanyak 200 tabung oksigen gratis digelar Pemerintah Kota Semarang bersama Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) Jawa Tengah dan PT Langgeng Gas Nyata, Jumat (6/8) pagi.

Hanya saja, oksigen gratis ini khusus diperuntukkan bagi yang berdomisili dan memiliki KTP Kota Semarang. Selain itu mereka yang mendapatkan oksigen gratis ini juga sudah mendaftar melalui call center yang diunggah di akun media sosial Pemerintah Kota Semarang.

Walikota Semarang, Hendrar Prihadi berterima kasih terhadap pihak yang telah peduli dengan masyarakat kota Semarang yang sangat membutuhkan oksigen.

“Alhamdulilah animo nya sangat banyak dan pasti sangat membantu karena kita tahu saat pandemi ini kebutuhan akan oksigen sangat tinggi meskipun di kota Semarang semuanya bisa termanage dengan baik,” kata Hendi, sapaan akrab Walikota Semarang, Jumat (6/8).

Hendi pun sempat menceritakan pengalaman saat kasus aktif Covid-19 di Kota Semarang melonjak tajam.

Ia mendapati banyak pasien covid-19 yang sedang isomasi mandiri kesulitan mendapat oksigen karena langka dan harganya sangat mahal. Namun Hendi menjamin kebutuhan akan oksigen di rumah sakit tetap tersedia dengan baik karena masing-masing rumah sakit menerapkan sistem saling pinjam tabung oksigen.

“Waktu awal Juli, saat kebutuhan oksigen luar biasa tinggi, dan orang sering bercerita kepada saya kalau cari oksigen susah dan jika ada harganya mahal,” ungkapnya.

BACA JUGA: 22 Kumpulan Ucapan HUT RI ke 76 Untuk Status Medsos

Ketua DPD Walubi Jawa Tengah, Tanto Harsono mengatakan kegiatan pengisian oksigen gratis ini bertujuan membantu Pemkot Semarang mengantisipasi kelangkaan oksigen.

“Persyaratan utama merupakan warga ber-KTP Semarang, syarat lain adalah satu orang hanya boleh membawa satu tabung berkapasitas 1 meter kubik,” tegas Tanto Harsono.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, M. Abdul Hakam, menjelaskan kebutuhan oksigen di Kota Semarang saat bulan Juni-Juli mencapai 42 ton per harinya. Namun saat ini sudah turun pada kisaran 16-17 ton per harinya.

“sudah berkurang banyak karena memang pasien kita sudah jauh berkurang, secara keseluruhan semua Rumah Sakit, Puskesmas, ambulans kalau terisi semua itu 42 ton,” kata Hakam.***

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan