Pengusaha Asal Semarang yang Ngaku Diperas Jaksa Ditangkap di Bandara Ahmad Yani

ABOUTSEMARANG – Agus Hartono yang merupakan seorang pengusaha asal Semarang, Jawa Tengah yang mengaku diperas jaksa akhirnya ditangkap tim intel gabungan Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah (Kejati Jateng) dan Kejaksaan Agung (Kejagung).

Diketahui Agus berhasil ditangkap pada Kamis, 22 Desember 2022 sekitar pukul 09.00 WIB di Bandara Ahmad Yani Semarang.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Jateng, Bambang Tejo pun membenarkan kabar penangkapan Agus Hartono tersebut.

“Iya benar, ditangkap sekitar jam 9 pagi tadi oleh tim kami dan Kejagung,” katanya, Kamis, 22 Desember 2022.

Adapun penangkapan Agus Hartono dilakukan lantaran dirinya yang sempat mengaku diperas oleh jaksa sebesar Rp10 miliar tidak hadir memenuhi panggilan penyidik.

“AH diamankan karena telah dipanggil secara patut yang bersangkutan tidak hadir memenuhi panggilan penyidik, sehingga dilakukan penangkapan untuk dihadapkan kepada jaksa penyidik untuk dilakukan pemeriksaan,” jelas Bambang dalam keterangannya.

Sementara itu, Agus Hartono kini sudah dibawa ke kantor Kejati Jateng oleh tim intel gabungan Kejati Jateng dan Kejagung untuk menjalani pemeriksaan di bagian Pidana Khusus.

Lebih lanjut, Bambang juga menjelaskan Agus Hartono sendiri sudah bersatatus tersangka dalam tindakan pidana korupsi di kasus pemberian fasilitas kredit PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk kantor cabang Semarang kepada tersangka dengan menggunakan PT Seruni Prima Perkasa pada Tahun 2017.

“Kredit tersebut pencairannya menggunakan Purchase Order (PO) palsu dan dipergunakan tidak sesuai tujuan kredit, dan berdasarkan hasil penghitungan kerugian keuangan negara dari BPKP Perwakilan Jawa Tengah negara dirugikan sekitar kurang lebih Rp 25 miliar,” ujarnya.

BACA JUGA :   Bupati Banyumas : Hoax Isu Penolakan SKB 3 Menteri Seragam Sekolah

Seperti diketahui, Agus yang kini ditangkap sempat mengaku pernah akan diperas dua oknum dari Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah yakni Kordinator Pidana Khusus (Pidsus) Putri Ayu Wulandari dan Kasi Pidsus Leo Jimmi Agustinus.

Dalam laporannya, Agus mengaku dimintai uang sebesar Rp10 miliar oleh kedua oknum jaksa tersebut untuk ‘mengurus’ kasus yang menjeratnya meski uang itu tidak dia serahkan.

Kala itu, Agus menyatakan Putri dan Leo mengaku datang ke dirinya atas petunjuk Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah Andi Herman.

Dia menyebut dua jaksa itu mengatakan pihak penyidik Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah bisa menghapus dua dari tiga Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) kasus korupsi dan kredit fiktif yang menjerat Agus dengan nilai Rp10 Miliar.

Namun setelah dilakukan pemeriksaan, Kejagung menghentikan pengusutan laporan dari Agus Hartono tersebut lantaran dinilai kurang bukti.***

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan