Penjara Seumur Hidup dan Dipecat! Jenderal Andika Tegas soal Hukuman 3 Oknum TNI AD yang Tabrak Sejoli di Nagreg dan Buang Korban

ABOUTSEMARANG – Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa menjelaskan ancaman pidana terkait dengan tiga anggota TNI AD yang terlibat dalam aksi kecelakaan maut Nagreg Jawa Barat dan membuang jenazah korban ke wilayah Cilacap terancam pidana seumur hidup sesuai dengan jerat hukum yang dilimpahkan kepada tiga orang oknum TNI AD tersebut.

“Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa juga telah menginstruksikan Penyidik TNI dan TNI AD serta Oditur Jenderal TNI untuk memberikan hukuman tambahan pemecatan dari dinas militer kepada 3 Oknum Anggota TNI AD tersebut,” ujar Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Prantara Santosa dalam keterangannya, Sabtu (25/21).

Tiga oknum anggota TNI AD itu, yakni Kolonel Inf P, Kopral Dua DA, dan Kopral Dua AD. Sementara untuk kedua korban adalah Handi Saputra (16) dan Salsabila (14).

Berdasarkan pemeriksaan, kata Prantara, ketiga oknum TNI itu melanggar tiga pasal pidana. Di mana, dalam salah satu pasal yang dilanggar hukuman maksimalnya penjara seumur hidup

Baca Juga : Aksi Keji Anggota TNI Buang Sejoli Korban Kecelakaan Nagreg di Sungai Serayu, Kasus Dilimpahkan ke Pomdam

“Ketiga oknum TNI AD itu melanggar UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Raya, antara lain Pasal 310 (ancaman pidana penjara maksimal 6 tahun) dan Pasal 312 (ancaman pidana penjara maksimal 3 tahun),” katanya.

“KUHP Pasal 181 (ancaman pidana penjara maksimal 6 bulan), Pasal 359 (ancaman pidana penjara maksimal 5 tahun), Pasal 338 (ancaman pidana penjara maksimal 15 tahun), Pasal 340 (ancaman pidana penjara maksimal seumur hidup),” sambungnya.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Erdi A. Chaniago melimpahkan kasus penabrakan dan pembuangan sejoli korban kecelakaan di Jalan Raya Nagrek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat ke Pomdam III Siliwangi. Pelaku yang menabrak Handi Harisaputra dan Salsabila, merupakan anggota TNI sehingga Satreskrim Polda Jabar menyerahkan perkara tersebut ke penyidik Pomdam.

Pelimpahan kasus diawali dengan paparan gelar perkara dari Kasat Reskrim Polresta Bandung. Menurut Erdi, belum diketahui jumlah pelaku yang melakukan aksi keji tersebut. Kini, penyelidikan kasus itu akan ditangani oleh pihak kepolisian dan TNI AD.

Kasus kematian Handi dan Salsabila, remaja asal Garut, Jawa Barat menjadi perhatian publik. Keduanya sempat dinyatakan hilang setelah mengalami kecelakaan lalu lintas pada Rabu (8/12).

Masyarakat melaporkan, Handi dan Salsabila diangkut oleh pemilik mobil yang menabrak mereka. Warga menuturkan, pelaku yang berbadan tegap dan berambut cepak itu menyampaikan akan membawa kedua korban ke rumah sakit.

Keluarga mencoba mencari Handi dan Salsabila di sejumlah rumah sakit dan klinik, tetapi tidak menemukan keduanya.

Setelah lebih dari sepekan dinyatakan hilang, polisi pada Sabtu (18/12) menyatakan dua remaja itu sudah ditemukan tetapi sudah tak bernyawa. Jasad Handi dan Salsabila ditemukan di Sungai Serayu di tempat terpisah, di wilayah Banyumas dan Cilacap, Jawa Tengah pada Sabtu (11/12).***

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan