Penting! Tilang Manual Kembali Diberlakukan Polrestabes Semarang

ABOUTSEMARANG – Satuan Lalu Lintas Polrestabes Semarang siap memberlakukan kembali tilang manual yang akan berjalan paralel dengan pelaksanaan electronic traffic law enforcement (ETLE) atau tilang elektronik menyusul maraknya pelanggaran lalu lintas.

Kasat Lantas Polrestabes Semarang AKBP Sigit di Semarang, Selasa (10/1) mengatakan, tilang elektronik maupun manual akan sama-sama dimaksimalkan.

Ia menyebut masih banyak terjadi pelanggaran lalu lintas, seperti memalsukan atau melepas tanda nomor kendaraan bermotor, menerobos lampu merah, melawan arus hingga mengakibatkan kecelakaan laku lintas, serta balap liar.

“Dari hasil evaluasi, kesadaran terhadap tertib lalu lintas semakin memprihatinkan, terlebih saat malam hari,” katanya.

ETLE sebagai program prioritas dengan segala kelebihan dan kekurangannya, kata dia, perlu dievaluasi untuk penyempurnaan.

Ia menambahkan penilangan secara manual dilakukan, namun penindakan melalui ETLE juga dilaksanakan dengan optimal.

“Tilang manual maupun ETLE berjalan secara paralel, yang tidak boleh adalah pungli,” katanya.

Saat ini, lanjut dia, sosialisasi tentang kembali dilaksanakannya tilang manual sedang dilakukan.

Dalam imbauan melalui media sosial disampaikan pemberlakuan tilang manual mulai 1 Januari 2023.

Terpisah, Dirrlantas Polda Polda Jateng, Kombes Pol Agus Suryo Nugroho menjelaskan, tilang manual diprioritaskan terhadap pelanggaran yang tidak dapat dijangkau dengan ETLE atau tilang elektronik.

Di antaranya pelanggaran kelebihan muatan atau ODOL, pelanggaran surat menyurat seperti SIM, termasuk pelanggaran potensi menimbulkan kecelakaan.

“Tiang manual sudah mulai Januari ini,” katanya.

Meski demikian, Agus mengaku tetap akan memprioritaskan tilang elektronik. Hasil survei pihaknya, 65 persen masyarakat mendukung tilang elektronik, bahkan zero komplain.

BACA JUGA :   Pelaku Tabrak Lari di Widoharjo Semarang Ditangkap, Akui Kabur Takut Diamuk Massa

“Tapi sejak ada ETLE justru masyarakat kepatuhannya berkurang terutama di daerah. Presentase mayoritas ETLE sebesar 80 persen kemudian manual 20 persen,” imbuhnya. (***)

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan