Penyeberangan Kapal Terhambat Akibat Cuaca Buruk, Ratusan Wisatawan Terjebak di Pulau Karimunjawa

ABOUTSEMARANG – Akibat cuaca buruk, ratusan wisatawan terjebak di Pulau Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.

Diketahui, pada Senin, 26 Desember 2022 kemarin, sejumlah wisatawan tersebut tidak bisa keluar pulau lantaran tidak ada kapal yang bisa melakukan penyeberangan dari atau ke Pulau Karimunjawa akibat cuaca buruk yang melanda daerah tersebut beberapa hari belakangan.

Melansir dari CNN Indonesia, menurut keterangan salah satu wisatawan yang terjebak di Pulau Karimunjawa, Cempaka Esa Rosendi (32) mengatakan, ia tiba di pulau bersama keluarganya sejak Selasa, 20 Desember 2022 dan hujan mulai turun sejak tanggal 21 Desember 2022.

Ia juga mengatakan pada tanggal itu hujan yang turun belum terbilang lebat dan cuaca masih cukup cerah. Namun, mulai hari berikutnya cuaca mulai memburuk.

Menurutnya, dalam sehari, hujan disertai badai hanya berhenti sekitar 15-30 menit sebelum kembali lebat.

Ia menuturkan pada Senin ini, hujan lebat dengan angin kencang pun masih terjadi di Pulau Karimunjawa.

“Kondisi di sini per hari ini masih ada angin kencang dan hujan lebat tadi subuh sampai jam 9.30 pagi,” ujar Cempaka dikutip About Semarang, Senin, 26 Desember 2022.

Mengenai aktivitas di pulau tersebut, Cempaka mengatakan setibanya dia di pulau masih ada mobil dan sepeda motor yang berlalu-lalang. Akan tetapi aktivitas lalu-lalang kendaraan mulai berkurang sejak 23 Desember 2022.

Cempaka juga menambahkan bahwa untuk bahan bakar minyak (BBM) di Pulau Karimunjawa pun mulai langka.

“Tanggal 20 Desember banyak mobil dan motor yang lalu lalang, tapi per hari Sabtu tanggal 23 Desember sudah mulai berkurang lalu-lalang kendaraan bermotor karena bensin di pom sudah habis dari tanggal 22 Desember,” ucapnya.

BACA JUGA :   Daftar 5 Mall Terbesar di Jawa Tengah, Paling Banyak di Kota Semarang

Cempaka yang datang ke Karimunjawa untuk berlibur bersama keluarga awalnya hanya berencana menginap di pulau selama 3 hari. Ia berniat meninggalkan pulau pada 23 Desember.

Namun, ia mengurungkan niat untuk pulang lantaran sampai Senin, 26 Desember 2022 belum ada kapal yang merapat ke pulau.

Terkait moda transportasi selain kapal, Cempaka menuturkan bisa menggunakan pesawat charter. Namun harga tiket yang tersedia dijual dengan harga tinggi. Sedangkan, ia yang datang ke pulau bersama suama dan empat orang anak.

“Tidak mau naik pesawat, karena infonya pesawat charter kemarin tersedia harga per tiketnya Rp2,5-3 juta,” katanya.

Selain BBM yang mulai langka, para wisatawan juga dihadapkan dengan ketersediaan makanan yang mulai menipis. Pasalnya, belum ada bantuan logistic yang datang ke pulau.

“Di pedagang kaki lima maupun UMKM selain yang menjual ikan mulai menginfokan sudah kehabisan bahan pokok dagangannya,” kata dia.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang ia terima, logistik baru akan datang bersamaan dengan datangnya Kapal Motor (KM) Kelimutu ke pulau pada Selasa, 27 Desember 2022.

Namun, menurut Cempaka, saat ini kondisi wisatawan dan warga masih dalam kondisi sehat.

“Untuk bantuan makanan kepada warga saya belum dapat informasi. Tapi infonya logistik akan datang bersamaan dengan dibawa KM Kelimutu saat datang ke Karimunjawa,” kata dia.

Ia menyampaikan saat ini pemerintah setempat baru menyediakan bantuan berupa tempat inap yang terletak di dua titik lokasi. Yakni, di Wisma Wisata di depan alun-alun dan satu lagi di Bukit Jatikerep.

Petugas Kesyahbandaran Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas II Jepara Arif Setiabudi mengatakan ratusan wisatawan yang ada di Pulau Karimunjawa akan diangkut menggunakan Kapal PT Pelni pada Selasa besok.

BACA JUGA :   Kapolda Jateng Tegaskan Stok Minyak Goreng di Jateng Masih Cukup Hingga 3 Bulan ke Depan

Rencananya kapal PT Pelni tiba di Karimunjawa Selasa sore. Setelahnya, kapal itu akan bertolak ke Semarang.

“Jam 17.00 WIB di Karimunjawa, lalu penumpang naik, terus kemudian jam 18.00 WIB berangkat dan jam 01.00 WIB perkiraan sampai ke Semarang,” ujar Arif.

Arif menambahkan kapal tersebut akan mengangkut semua wisatawan yang terjebak di Karimunjawa. Mereka dijadwalkan tiba di Semarang pada Rabu (28/12) dini hari.

“Kapasitasnya itu nanti insyaallah semua yang terdampak bisa langsung dievakuasi,” katanya.***

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan