Pertumbuhan Penerimaan Pajak Jateng Negatif, Ini Penyebabnya?

ABOUTSEMARANG – Kanwil Direktorat Jenderal Pajak Jateng I mencatat penerimaan pajak mengalami pertumbuhan negatif sebesar 5,21 persen jika dibandingkan periode sama tahun lalu.

Berdasarkan data per 30 Juni 2021, penerimaan pajak di Kanwil Direktorat Jenderal Pajak Jateng I sebesar Rp12,68 triliun atau mencapai 40,50% dari target 2021 yakni Rp31,3 triliun.

“Pandemi Covid-19 masih memberikan dampak cukup besar bagi perekonomian Jateng,” ujar Kepala Bidang P2Humas Kanwil Direktorat Jenderal Pajak jateng I Mahartono di sela penyampaian update kinerja APBN, Senin (12/7).

Capaian penerimaan pajak tersebut ditopang beberapa sektor dominan yang mengalami pertumbuhan positif dibandingkan tahun sebelumnya.

Sektor informasi dan komunikasi mencatat persentase pertumbuhan tertinggi yakni 44,16 persen. Selanjutnya sektor transportasi pergudangan sebesar 15,93 persen, serta 10,84% di sektor administrasi dan pemerintahan. Adapun untuk kegiatan jasa lainnya 4,20 persen, serta 3,44 persen di sektor perdagangan besar dan eceran.

Sementara itu, sepanjang 2020 terdapat 24.281 permohonan insentif pajak yang diajukan ke Kanwil Direktorat Jenderal Pajak Jateng I. Rinciannya sebanyak 23.140 permohonan disetujui dengan nilai realisasi sebesar Rp953,6 miliar. Nilai realisasi insentif PPh Pasal 25 tercatat paling banyak, yakni mencapai 406,7 miliar dengan rincian permohonan yang disetujui sebanyak 3.249 dan permohonan yang ditolak sebanyak 618.

”Perlu diketahui, insentif PPh Pasal 25 ini berupa pengurangan angsuran sebesar 50 persen dari angsuran yang seharusnya terutang bagi wajib pajak yang bergerak pada salah satu dari 1.018 bidang usaha tertentu, perusahaan KITE, atau perusahaan di Kawasan berikat,” ujarnya.

Untuk mengoptimalkan penerimaan pajak dan penggalian potensi salah satunya melalui penataan organisasi instansi vertikal Direktorat Jenderal Pajak Jateng.

Per 24 Mei 2021, KPP Pratama Semarang Tengah Dua berubah nama menjadi KPP Madya Dua Semarang. Adapun KPP Pratama Tengah Satu dan KPPPratama Tengah Dua melebur menjadi KPPPratama Semarang Tengah.

Dengan penataan tersebut, praktis Kanwil Direktorat Jenderal Pajak Jateng I membawahi 2 KPP Madya dan 15 KPP Pratama yang wilayah kerjanya mencakup 4 kota dan 14 kabupaten. Selain berupaya mencapai target penerimaan, Kanwil Direktorat Jenderal Pajak Jateng I juga berupaya mengejar kepatuhan wajib pajak.

SPT Tahunan tahun pajak 2020 yang telah disampaikan secara langsung maupun secara daring sampai dengan triwulan II sebanyak 624.687 SPT atau sebesar 78,93 persen dari total wajib pajak wajib SPT sebanyak 791.447. (ard/sm)

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan