Polda Jateng Bantah Jual Kalender Seharga Rp 100 Ribu Bergambar Kapolri

ABOUTSEMARANG – Polda Jateng membantah bekerja sama dengan sebuah tabloid di Semarang untuk berjualan kalender tahun 2022.

Kapolda Jateng melalui Kabidhumas, Kombes Pol M Iqbal Alqudusy menjelaskan jika Bidhumas Polda Jateng tidak pernah memberikan izin pembuatan kalender tersebut.

Kalender bergambar Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo dan Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi dijual seharga Rp 100 ribu per buah. Terlebih kalender ini diedarkan ke instansi pemerintah, swasta dan masyarakat umum dengan memberikan surat permohonan berlogo Polri.

“Bidhumas Polda Jateng tidak pernah memberikan izin pembuatan kalender Police News. Kami tidak pernah mengeluarkan izin terkait pembuatan kalender atau produk lain yang mengatasnamakan institusi Polri termasuk Polda Jateng. Termasuk juga penggunaan logo, gambar Kapolri dan Kapolda untuk kepentingan provit,” tegas Kabidhumas Kombes Pol M. Iqbal Alqudusy dalam keterangan resminya.

BACA JUGA: Ini Ciri-ciri Pinjaman Online Ilegal, Polisi Minta Masyarakat Korban Ancaman Pinjol Lapor Kesini Segera

Kabidhumas menjelaskan, beredarnya kalender itu diluar tanggung jawabnya. Sehingga Polda Jateng menyatakan tidak terkait dengan beredarnya surat permohonan maupun penjualan kalender tersebut.

Iqbal pun meminta bagi masyarakat agar tidak melayani jika ada penjual yang menawarkan produk kalender dengan mengatasnamakan Polda Jateng.

“Kami mohon masyarakat berhati-hati. Kami tegaskan Kalender Police News tidak terkait dengan Polda Jateng. Bidhumas Polda Jateng tidak pernah mengeluarkan ijin pembuatan maupun peredaran kalender tersebut,” papar Kabidhumas.

Saat ini, Polda Jateng sedang berkonsentrasi dalam penanganan pandemi covid-19 serta pemeliharaan Kamtibmas.

“Dalam situasi seperti ini, kami tidak ingin membebani masyarakat dengan hal-hal yang bersifat komersil. Malah Polda Jateng berusaha semaksimal mungkin membantu masyarakat melalui percepatan vaksinasi secara massal, bansos maupun program pemberdayaan ekonomi masyarakat,” ungkap Kabidhumas menutup pembicaraan.

Sebelunnya, sebuah tabloid di Semarang mengedarkan permohonan agar instansi pemerintahan, swasta dan masyarakat membeli kalender tahun 2022 seharga Rp 100 ribu per buah. Alih-alih penjualan kalender itu bekerja sama dengan Yayasan Brata Bhakti guna kepentingan pembangunan rumah singgah bagi kaum jompo (manula).***

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan