Polda Jateng Sekat 70 Titik Perbatasan Kota Kabupaten Setiap Akhir Pekan, Sampai Kapan?

ABOUTSEMARANG – Polda Jateng akan menggelar penyekatan di pintu masuk Jateng dan perbatasan antarkota/kabupaten pada setiap akhir pekan.

Sudah divaksin atau kartu vaksin menjadi syarat bagi warga luar yang akan masuk Jateng atau warga Jateng yang akan bepergian antardaerah. Selain itu, warga luar Jateng juga harus menunjukkan surat bebas Covid-19.

Direktur Lalu Lintas Polda Jateng Kombes Rudy Syafiruddin mengungkapkan jika langkah itu dilakukan untuk antisipasi agar angka penularan Covid-19 di Jateng yang sudah turun tidak kembali naik.

“Setiap Jumat, Sabtu, dan Minggu kami lakukan penyekatan di setiap pintu masuk Jateng dan perbatasan antarkota/kabupaten,” ungkap Kombes Rudy di Mapolda Jateng dikutip dari Suara Merdeka, Kamis (26/8).

Rudy juga mengungkapkan, ada 70 titik lokasi penyekatan, dengan fokus perbatasan kabupaten dan kota maupun provinsi.

”Selain itu, penyekatan di 12 rest area tol, kanan dan kiri. Namun kalau direst area,sifatnya kami hunting dan tidak stasioner,” ujarnya.

BACA JUGA: Polda Jateng Akan Sekat Perbatasan Setiap Akhir Pekan, Tidak Ada Diputar Balik Tapi…

Menurutnya, penyekatan di rest area sangat penting. Terlebih, saat pihaknya melakukan pengecekan secara langsung dengan Kapolda Jateng Irjen pol Ahmad Luthfi, banyak ditemukan kerumunan yang tidak mematuhi protokol kesehatan.

”Karena itu, kami giatkan kembali supaya bisa terkontrol dan protokol kesehatan tetap dilaksanakan. Tujuannya supaya tidak ada lonjakan angka penularan lagi,” ujarnya.

Rudy juga mengungkapkan, dalam penyekatan tersebut pihaknya tidak melakukan penindakan apa pun. Polda hanya memberikan imbuan dan pengecekan terhadap pengendara yang hendak melintas ke Jateng.

“Sifatnya imbauan saja. Nanti kami tanya sudah vaksin apa belum? Termasuk menunjukan buktinya. Yang bersangkutan juga harus menunjukkan surat bukti bebas Covid-19,” ungkapnya.

Petugas akan meminta pengendara menunjukkan bukti sudah divaksin melalui aplikasi PeduliLindungi. Jika tidak memiliki aplikasi, pengguna jalan bisa menunjukkan surat atau sertifikat vaksin.

Jika pengemudi atau penumpang diketahui belum vaksinasi,lanjut dia, pihaknya akan mengarahkan.

”Kami akan sediakan vaksin di tempat. Jadi yang belum vaksin bisa langsung divaksin,” ujarnya.

Waktu penyekatan dipilih pada akhir pekan karena banyak kendaraan yang masuk ke Jateng, baik wisata mau pun warga yang ingin mengunjungi sanak saudara. Penyekatan setiap akhir pekan juga akan terus digelar hingga batas waktu yang belum bisa ditentukan.

”Melihat situasi dan kondisi,” tandasnya.

Dia berharap, langkah tersebut bisa memutus mata rantai penyebaran korona sehingga angka penularan Covid-19 di Jateng terus turun dan tidak ada lonjakan kembali.

Sementara itu, berdasar data Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Kamis (26/8) pukul 16:00, kondisi Jateng terlihat semakin membaik.

Kasus Covid-19 aktif mencapai 12.750 jiwa, atau ada penambahan 811 orang dari data sebelumnya. Dengan demikian, penambahan jumlah pasien positif Covid-19 sudah di bawah 1.000 jiwa.

Kabar yang lebih melegakan lagi, jumlah pasien Covid-19 yang dirawat di RS atau isolasi mandiri dan sudah sembuh menjadi 422.624 orang atau bertambah 1,193 jiwa.

Dengan demikian, angka kesembuhan lebih besar dari angka penularan. Namun pasien yang meninggal dunia juga tetap ada, yakni total 30.469 jiwa atau bertambah 76 orang.***

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan