Polisi Berhasil Ungkap Penyebab Meninggalnya Korban Laki-laki yang Ditemukan di Sungai Parat

ABOUT SEMARANG – Identitas mayat yang ditemukan di Sungai Parat, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, telah terungkap. Ternyata, korban didorong oleh rekannya hingga jatuh ke sungai dan meninggal.

Korban ditemukan pada hari Jumat (7/6) lalu, dan penemuan ini sempat menghebohkan warga karena posisi tubuh korban yang tidak terlihat dari bagian perut ke atas.

Kasat Reskrim Polres Semarang, AKP M. Aditya Perdana, mengungkapkan bahwa hasil penyelidikan menunjukkan korban adalah seorang anak berusia 14 tahun dengan inisial KH.

“Atas persetujuan dari pihak keluarga anak korban KH yang merasa curiga akan meninggalnya korban, maka Polres Semarang melakukan penyelidikan akan kejadian tersebut,” kata Aditya.

Polisi sedang melakukan penyelidikan dan telah mengamankan seorang remaja berinisial RL (16). Aditya menjelaskan kronologi kejadian di mana RL menyebabkan KH tewas di sungai.

Menurut penjelasan Aditya, pada Kamis malam (6/6), KH berada di rumah rekannya, AD (18), bersama empat orang lainnya yaitu RL, PR (15), DN (15), dan YZ (15). Setelah itu, mereka berangkat ke daerah Tengaran untuk menghadiri pengajian.

“Sekitar pukul 18.00 WIB, saat berkumpul di rumah AD, AD mengajak rekan-rekannya untuk ikut pengajian di daerah Tengaran. Namun dalam perjalanan, ban motor yang dikendarai AD dan PR pecah, sehingga semua anak-anak ini mengurungkan niatnya dan kembali ke rumah AD,” ujar Aditya.

Setelah kembali ke rumah AD, pelaku RL mengundang teman-temannya untuk bermain game online hingga dini hari Jumat sekitar pukul 01.00 WIB. Setelah itu, RL mengantarkan KH pulang. Namun, saat mereka mendekati rumah KH, terjadi pertengkaran karena ponsel KH masih berada di tangan RL.

BACA JUGA :   Soto Sawah Mbak Tutik, Wisata Kuliner Semarang yang Harganya Terjangkau dan Fasilitas Lengkap!

“Sekitar Jumat dini hari 7 Juni 2024 sekitar pukul 01.00 WIB, korban, KH, diantar pulang oleh pelaku anak RL hingga mendekati rumah korban. Namun saat turun dari kendaraan, KH sadar HP miliknya masih dibawa RL, di situ terjadi cekcok dan rebutan HP, dan RL mendorong korban hingga jatuh ke sungai Parat,” kata Aditya.

“Yang menyebabkan KH meninggal dunia diduga akibat terbentur batu yang ada di sungai tersebut,” imbuhnya.

Pihak kepolisian masih bertanggung jawab atas penanganan kasus ini. Anak yang menjadi pelaku yang telah diamankan saat ini sedang ditangani oleh unit PPA Reskrim Polres Semarang.

Pelaku yang masih di bawah umur tersebut menghadapi risiko dijerat dengan Undang-Undang Perlindungan Anak dan Peradilan Anak, yaitu Pasal 80 ayat 3 jo Pasal 76 C dari Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014, yang merupakan perubahan dari Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak dan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2012 tentang sistem peradilan anak.***

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan