Alasan Polisi Minta Orang Tua di Semarang Tidak Izinkan Anak di Bawah Umur Kendarai Motor

ABOUTSEMARANG – Usia pelaksanaan Operasi Keselamatan Lalu Lintas Candi 2023 yang digelar serentak, Kasat Lantas Polrestabes Semarang memberikan imbauan dan peringatan kepada para orang tua agar tidak bangga dan mengizinkan anaknya yang masih di bawah umur untuk mengendarai motor.

Peringatan tersebut disampaikan langsung oleh Kasat Lantas Polrestabes Semarang, AKBP Sigit saat menyampaikan hasil operasi keselamatan di Polrestabes Semarang, beberapa waktu lalu, Jumat (25/2).

Seperti diketahui Operasi Keselamatan Lalu Lintas Candi 2023 digelar serentak di seluruh wilayah Jateng-DIY sejak tanggal 7 Februari hingga 20 Februari lalu.

“Jangan bangga punya anak belum cukup umur tapi sudah bisa mengendarai kendaraan. Jangan bangga!” ucap Sigit.

Pasalnya, anak-anak di bawah umur dinilai belum cukup dewasa dalam bersikap dan memahami aturan lalu lintas. Sehingga hal itu berpotensi membahayakan pengendara maupun pengguna jalan lainnya.

“Mari kita sama-sama jaga keluarga kita. Jaga anak-anak kita. Karena apa, kalau kita memberikan sepeda motor, anak itu masih SD, sama dengan memberikan mesin pembunuh bagi orang tua, termasuk saya dan warga Kota Semarang,” tegasnya.

Dalam acara tersebut, Sigit juga memaparkan evaluasi jumlah kecelakaan pada operasi keselamatan itu menurun 12 kasus dari taun lalu. Tahun lalu jumlahnya 50 kasus dan 10 korban meninggal. Sedangkan sekarang menjadi 38 kasus dengan empat korban meninggal.

“Terus untuk luka ringan ada 12 orang. Dari semua operasi keselamatan di Semarang, alhamdulillah tidak ada kecelakaan yang menonjol,” lajutnya.

Disampaikan pelanggaran yang mendominasi merupakan kendaraan roda dua. Kini pihaknya juga masih menertibkan balapan liar dan knalpot brong.

BACA JUGA :   Siksa Anjing dengan Lakban, Warga Semarang Dilaporkan ke Polisi

“Kecelakaan atau balapan liar itu daerah Penggaron Apparel, flyover Bandara Ahmad Yani, Kalibanteng atas maupun bawah, plus Madukoro,” jelasnya.

Sementara penertiban knalpot brong yang menyebabkan suara bising sudah 8000 knalpot sejak satu tahun lalu sampai sekarang.

“Bapak Kapolres dan Kapolda mewanti-wanti adanya balapan liar dan knalpot brong. Dan polrestabes semarang membentuk tim khusus. Ada tiga tim, tim barat, tim tengah, dan tim selatan-atas. Itu kolaborasi dari lalulintas, sabara, reskrim dan polsek jajaran sudah massif.

Pihaknya telah memetakan titik-titik yang sering digunakan untuk balapan liar. Di samping itu, Sigit meminta semua pihak sama-sama menjaga keselamatan lalu lintas dan ketertiban Kota Semarang supaya aman, nyaman, damai. (***)

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan